CARA WISATA KE LEMBANG BANDUNG DARI TERMINAL LEUWI PANJANG (Info rute transportasi)



Sebelum membaca info transportasi umum dari Terminal Leuwi Panjang ke Lembang Bandung. Ada baiknya jika kamu menyimak terlebih dahulu cerita pembuka berikut ini.

Jadi, Setelah puas menjelajah Gunung Sunda dan kawasan wisata Situ Gunung di Sukabumi, tiba-tiba aku dapat pesan whatsapp dari seorang Travel blogger untuk mengikuti event launching 'The Bale Restaurant' di Bandung. Tanpa pikir panjang aku langsung bilang 'yes!'. Mengingat sudah lama banget aku ga ke kota kembang ini.

Selain senang, sebetulnya aku juga bingung karna di Sukabumi tidak ada akses kereta menuju Bandung, yang tersedia hanya kereta tujuan Sukabumi-Bogor. Jadi kalau ingin naik kereta ke Bandung atau kota-kota lainya, aku harus ke Stasiun Pasar Senen terlebih dahulu yang ada di Jakarta. Tentu saja hal ini sangat merepotkan dan akan menyita banyak waktu.

Sebagai travel Blogger amatir, masalah transportasi menjadi satu hal paling urgen yang wajib ku pikirkan matang-matang. Karna sejatinya travel is a journey not a destination, right ?. Singkat cerita akhirnya aku naik bus.

PENGALAMAN MENJENGKELKAN SAAT NAIK BUS SUKABUMI - BANDUNG
Terminal Sukabumi
Saat ini Sukabumi memiliki dua buah terminal bus. Ada terminal lama dan ada terminal baru. Saat itu aku datang ke terminal lama sebab lokasinya lebih dekat. Namun, suasana terminal Kosong melompong, tidak ada satu pun bus yang mangkal. Ternyata eh ternyata, terminal ini sudah tidak beroperasi lagi. BOM!

Sambil menertawakan diri sendiri, aku segera manggil mamang gojek untuk mengantarkanku sampai terminal baru yang berada di jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi.

Terminal Sukabumi mulai beroperasi dari jam 4 subuh. Sehingga, tidak sulit menemukan bus yang kucari. Bahkan, belum masuk kawasan terminal pun aku sudah menemukan bus jurusan Bandung yang mangkal di sisi jalan.

Estimasi perjalanan bus dari Sukabumi ke Bandung sekitar 4 jam. Selama perjalanan, banyak banget hal menyedihkan yang membuatku pengen muntah. Seperti supir bus yang memutar musik dangdut ga jelas (Kenapa hampir semua supir bus kayak gini ya?), pedagang liar yang memaksa daganganya supaya di beli, pengamen suara cempreng dan penumpang ga tau diri yang merokok dalam bus. Gilak!

Aku paling gedeg sama orang yang ngerokok sembarangan. Padahal disini banyak ibu-ibu, anak kecil dan manusia anti rokok sepertiku. Rasanya mau ditegur tapi aku orangnya ga enakan. Tolong dong pak presiden disetiap bus tulisin tanda larangan merokok, Plis banget inimah!

4 Jam perjalanan busku masih belum sampai di Bandung. Namanya juga manusia cuma bisa berencana, kenyataanya bisa ga sesuai realita. Harusnya aku sudah sampai jam 10 pagi. Namun, busku baru sampai di terminal Leuwi Panjang Bandung pukul 11.30 siang.  Itu artinya aku sudah telat karna eventnya sudah dimulai sejak jam 10. Untungnya acara ini berlangsung sampai 2 hari, jadi aku tetap melanjutkan perjalanan. Ga apa apa telat dari pada telat banget.

Terminal Leuwi Panjang Bandung
Dari terminal Leuwi Panjang aku langsung melanjutkan perjalanan menuju Maribaya, Lembang. Tapi aku ga tau transportasi apa yang harus kutumpangi. Aku pun bertanya ke bapak-bapak yang sedang santai di depan alfamart.

Setelah bertanya, bukanya paham aku justru tambah linglung. Penjelasanya ribet banget kaya rumus fisika, bikin pusing pala pangeran. Sampai akhirnya aku ditawarin naik ojek sama dia dengan tarif yang mahal. Buset! Waktu 10 menit ku terbuang sia-sia buat dengerin modus ni orang. Aku sudah lumayan sering nemu watak ojek kaya gini. Itulah mengapa naik ojol lebih nyaman, no tipu-tipu right ?!


Ga mau ambil pusing akhirnya aku bertanya via Whatsapp ke anak blogger Bandung seperti Kang Ale, Kang Aswi dan Teh Nchie. Tapi yang membalas pesan hanya Kang Ale saja. Beliau bilang jalurnya agak panjang. Tiba-tiba aku ngakak, Orang Bandungnya saja pusing apalagi aku ?

Setelah bertanya kesana kemari, Akhirnya aku sampai juga di Maribaya, Lembang. Ternyata rutenya ga susah-susah amat kok. Walaupun panas tapi tetep seru karna bisa melihat kemajuan Bandung yang dihandle Kang Emil. Seru sekali menyaksikan aktifitas warga Bandung yang cakep-cakep. Ga rugi diajak muter-muter Bandung sama Akang supir.

Sampai di Lembang aku langsung menuju ke tempat rekreasi 'The lodge Maribaya'. Honestly, aku baru  mendengar nama tempat wisata ini. Malah kupikir Maribaya bukan nama daerah, tapi nama orang atau makanan. Terus besoknya aku diketawain sama anak-anak blogger Bandung karna kelewat katro. wkwk

BAGAIMANA CARA KE LEMBANG BANDUNG DARI TERMINAL LEUWI PANJANG ? BERIKUT RUTE DAN TRANSPORTASI YANG BISA KAMU GUNAKAN.

Nah ini dia info yang kalian tunggu-tunggu, buat kamu yang mau jalan-jalan ke Lembang Bandung dari terminal Leuwi Panjang tapi bingung naik transportasi apa saja. Nih, aku kasih bocorannya:

Bus Damri
  1. Dari Terminal Leuwipanjang, cari jalur Bis Kota (DAMRI) jurusan Leuwipanjang - Ledeng. Biasanya bus Damri ini mangkalnya di halte, bentuk busnya tuh kayak gambar diatas. Selama aku naik bus tidak ada satu pun kenek yang mintain duit, ini gratis atau gimana sih ?!.
  2. Turun di Terminal Ledeng. Lalu naik angkot warna krem jurusan ke Lembang. Tapi tanya dulu kesupirnya, angkot langsung ke Lembang atau tidak ? sebab disitu ada juga angkot yang hanya ke Pasar Baru, tidak langsung ke Lembang.
  3. Sampai di Lembang kamu bisa turun di tempat wisata yang kamu tuju. Aku sendiri turun di The Mullberry hills dan The Lodge maribaya. Mengingat banyaknya tempat wisata di Lembang Bandung, ada baiknya jika kamu mengingatkan akang supir untuk menurunkanmu di objek wisata yang kamu tuju.
Tonton juga Video keseruanku pas jalan-jalan ke Bandung di hari pertama. Pastikan kamu like dan subscribe oke J



20 komentar:

  1. Masalah transportasi emang indonesia ketinggalan jauh banget ketimbang negara-negara tetangga, apalagi sekelas negara maju di eropa. Pengalaman dulu di terminal bungurasih juga parah bgt sih, persis seperti yang kamu gambarin, rokok, pedagang asongan, calo dll.
    Aku yang lokal aja takut, gimana turis ya :(
    Anyway, keep sharing!

    BalasHapus
  2. Save dulu lah infonya, siapa tahu bisa ke sini suatu saat. Hehe.

    BalasHapus
  3. Palingan aku kalau ke Lembang juga dikatain katro ya, wkwk. XD

    BalasHapus
  4. Makasih infonya, berguna kalau sewaktu-waktu punya keinginan ke Lembang. Hihi.

    BalasHapus
  5. di tunggu ah part 2 sampai kesekiannya.

    BalasHapus
  6. Muahaha. Kok ya bisa ga tahu klo terminalnya udah ga dipake xD klo ke bandung amannya sih pake kendaraan sendiri. Atau pake ojek online. Lebih hemat waktu juga meski harus nyari jalur tikus klo pas macet. Yg penting nyampe cepet. Wekeke. Ditunggu cerita lainnya yaa

    BalasHapus
  7. Anyway, klo damri ga ada kernetnya bayar ongkosnya ke pak supirnya. Biaya flat deh keknya. Lupa2 inget berapa.

    BalasHapus
  8. Komplit banget ini mah tulisannya. Dah lama ga ke Lembang lagi

    BalasHapus
  9. Bener tuh, aku mau ke Lembang dr lewipanjang tempo hari pun dibuat keder karena nanya2... ujungnya aku putusin naik ojol, jelas dan gak ribet langsung nyampe tujuan.

    Eh iya aku jg sempet bingung, naik damri di Bandung kok gak ditagih duit yak, tp aku stand by liatin yg lain gmn cr bayarnya, wktu itu bayar goceng langsung ke pak supirnya. Haha, br di bandung, blm ke luar negeri rasanya udah mantep sensasi perjalanannya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ka naik ojol ke lembang brpa jam klo boleh tau.

      Hapus
  10. Belum ada rencana liburan nih. HIKS. :(
    Dan selalu kepengen setiap baca tulisan disini.

    BalasHapus
  11. SETUJU. Gua juga sering naek bus Budiman dari Bandung ke Pangandaran, dan yang paling bikin gua sebel itu ada dua : pedagang yang maksa kita beli dan orang yang merokok. Tapi sekarang sejak ada taksi online, transportasi di Bandung jadi sangat praktis sih. Dari Bandung kota ke Lembang, tinggal naik Gocar, biasanya biayanya hanya sekitar 20.000-30.000 kalau bukan lagi jam bubaran kantor. Kalau perginya bersama beberapa orang teman, itu biaya 20.000-30.000nya bisa dibagi tiga atau empat, jatuhnya jadi hanya di bawah 10.000 per orang. Gak mahal kan?

    BalasHapus
  12. Kalau ada orang yang merokok di sekitar, mending melipir pergi daripada hati menghitam karena gondok maksimal. Tapi kalau berada di kondisi yang gak bisa kemana-mana (di bis misalnya), pasti langsung kibas-kibas tangan depan idung atau sosoan batuk batuk sampai si perokok ngeh.

    Pernah nih ngobrol sama teman perokok, 'aku kan berhak merokok juga'. Nyebelin nih. Lah tapi dengan dia merokok, dia nabrak hak orang lain juga. HAM sih HAM, tiap orang punya. Tapi kan tetap ada aturannya. Yaitu selama gak mengganggu HAM orang lain juga.

    Di Indonesia terhitung masih miris sih, meski sudah mulai ada pembenahan. Contoh, di semua wilayah stasiun atau dalam perjalanan KA sudah gakboleh merokok (tapi biasanya Malang-Jkt, di Semarang/Cirebon orang2 pada turun merokok di peron -_-).

    Trus ada lagi yang beralasan, 'yaelah semua orang juga bakal mati, jalannya aja beda-beda. toh orang yang ga ngerokok kalau udah ditakdirkan mati tenggelam besok ya mati'. Atau, 'asap kendaraan juga bahaya keles'. Bahkan ada teman yang sampai kasih pdf tentang semacam konspirasi perusahaan-perusahaan obat di dunia tentang 'rokok sebagai tumbal', dan dll dll dll dll dll dll dll.

    Ah gak bakal habis, wallahualam.

    BalasHapus
  13. emang begitu kalo transportasi dari leuwi panjang. waktu itu mau ke rancaupas kemping gitu ceritanya. terus naik angkotnya ngejelimet banget. gatau kenapa angkot-angkot di bandung susah banget di integrasikannya... menurutku lho ya.

    BalasHapus
  14. Ternyata dari terminal ke Lembang gak rempong-rempong banget ya angkotnya. Berkali-kali ke Bandung tapi belom pernah ke Lembang euy. Di save dulu infonya besok kalau kesana mau dicoba ah.

    BalasHapus
  15. Sukabumi-Bandung atau Bogor - Bandung tak ada jalur kereta api. Disayangkan banget ya..Padahal akan membuka banyak benar kesempatan jika dibangun. Sesama kota besar dan ada di Jawa Barat gitu loh..

    BalasHapus
  16. Jadi pengen ke lembang deh, hahha.
    Kalo soal transportasi, kita emang ketinggalan ya dibanding banyak negara lain.
    Padahal kalo dipikir2 sih transportasi itu urutan atas untuk meningkatkan pariwisata sih :)

    BalasHapus
  17. Aku ke lembang seringnya naik travel bogor-bandung, soale agak ribet turun naik, pernah naik bus sampe bandung aja jalannya lama karena ngetem

    BalasHapus
  18. Pulangnya sama? Pakai angkot dan damri sampai leuwi panjang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pulangnya saya naik motor dipinjami teman hehe.
      Tapi kalau mau naik angkot juga bisa :)

      Hapus

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search