KHAIRULLEON.COM

FASILITAS BANDARA SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN LENGKAP BANGET ! Ada apa aja sih ?


Beberapa waktu yang lalu saat ngebolang ke Pulau Derawan, aku sempat melakukan transit pesawat dari Bandara soekarno Hatta menuju Bandara Sepinggan, lalu dilanjutkan menuju Bandara Kalimarau di Berau.
Dari ketiga bandara ini ada salah satu bandara yang membuatku tercengang akan fasilitas lengkap yang disediakan yaitu Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman atau lebih dikenal dengan Bandara Sepinggan. 
Sebetulnya nama Sepinggan sudah tidak digunakan lagi karna bandara ini sudah berganti nama menjadi Bandara Sultan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Namun, hingga kini orang-orang lebih suka menyebutnya sepinggan karna lebih pendek dan mudah menyebutnya, eh iya ga sih ?


Fyi, Sultan Aji Muhammad Sulaiman merupakan sultan atau raja yang pernah menimba ilmu tata negara di pulau Jawa dan menimba ilmu Keislaman di Saudi Arabia. Sultan Aji Muhammad Sulaiman juga terkenal arif, bijak dan menjadi lambang majunya pendidikan. Sultan juga gemar menimba ilmu agama dan menyebarkan agama Islam di Tanah Kutai.

Sultan Aji Muhammad Sulaiman punya kaitan erat dengan Bandara Sepinggan. Beliaulah yang menggarap pembukaan Bandar udara seperti yang kita lihat saat ini.
Bandara Sepinggan yang berada di Pontianak ini merupakan bandar udara ke-4 terbesar dari 13 bandara yang dikelola PT. Angkasa Pura I. Bahkan berdasarkan survei Airport Service Quality yang dilakukan oleh Airport Council International menyatakan bahwa bandara Sepinggan meraih peringkat ke 6 terbaik di dunia dalam hal layanan penumpang. Ah Masa iya ? Ayo kita buktikan !

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Bandara sepinggan, aku langsung di sambut oleh landmark bertulisakan ‘welcome to Balikpapan‘ dengan baground penari dayak dan hewan entahlah apa itu namanya pokoknya semua bernuansa Kalimantan yang khas.
Tidak ingin melewatkan landmark yang keren ini akhirnya aku dan beberapa teman blogger lainya langsung berselfie ria. Awalnya aku sempat malu karna diliatin orang lain yang sedang berlalu lalang, tapi mau gimana lagi sayang banget kan kalau landmark yang kece ini dilewatkan begitu aja. Jadi yasudah lah kami akan tetap foto-foto like crazy people.

Puas foto-foto tiba-tiba saja kang Ale nyeletuk.
“Wah, Bandara Sepinggan ko jadi keren gini yah, perasaan beberapa tahun lalu saya kesini masih biasa saja, tiba-tiba sekarang sudah sekeren ini !”
“Emangnya yang berubah apanya kang Ale ?” Aku kepo
“Pokoknya dulu tidak semegah dan semewah ini!” sabda kang Ale.
Benar apa yang dikatakan kang Ale, Bandara Sepinggan memang megah dan mewah. Bayangkan saja Bandara ini memiliki Mal di dalamnya, dan menjadi yang Mal bandara pertama yang ada di Indonesia ! unch
Pembangunan yang menghabiskan biaya Rp 2 triliun ini memiliki terminal penumpang seluas 110.000 meter persegi, gedung parkir seluas 77.000 meter persegi, flyover dan infrastruktur lain, serta dua hanggar, apron, dan kargo.
Proses pembangunan bandara dengan konsep futuristik modern eco airport ini hanya memakan waktu 32 bulan, sejak Agustus 2011. Mantep ga tuh ?

Btw, saat itu pesawat kami sempet delay akhirnya aku dan dua Blogger Kece teh Evrina dan kang Alee memutuskan untuk keliling bandara sepinggan dan mencicipi beberapa fasilitas yang ada di dalamnya. 
Biasanya mah orang-orang kalo dapet pesawat delay langsung marah-marah, lah aku mah malah seneng dan pengen lama-lama di Bandara sepinggan. Abisnya fasilitas yang disuguhin lengkap banget sih.
Nah, kira-kira fasilitas apa aja sih yang ada di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman ini ? berikut liputan seadanya.

1. RUANG TUNGGU YANG NYAMAN



Sambil menunggu kedatangan pesawat berikutnya, para penumpang bisa beristirahat di ruang tunggu yang sudah tersedia. Ruang tunggu ini sangat berbeda dengan ruang tunggu bandara lain yang pernah ku temui. Selain tempatnya nyaman, dekorasinya juga bagus jadi sangat asik untuk senderan atau selonjoran.
Ruang tunggu ini tersedia di setiap gate. Jadi jangan tanya ada berapa banya kursi yang tersedia pastinya banyak banget tempatnya juga sangat luas kaya stadion bola. Ruang tunggu ini emang paling cocok deh untuk para traveler yang hobi nginep di Bandara kalo takut ketinggalan pesawat muehe.

2. FOTO BOOTH SUKU DAYAK

Setelah duduk-duduk manja di ruang tunggu, ternyata bosan juga cuy. Namanya juga orang ga bisa diem duduk sedetik aja udah bosen. Akhirnya aku, teh Evri dan kang Ale memutuskan untuk keluyuran di bandara Sepinggan, sedangkan teh Resti dan Mba Okka jadi satpam untuk menjaga tas bawaan kami.
Tidak beberapa lama berjalan tiba-tiba kami menemukan spot menarik yang berada tidak jauh dari ruang tunggu. Yaitu rumah-rumahan suku dayak. Karna merasa tertarik akhirnya kami melakukan ritual foto-foto (lagi).


Berpose bareng Blogger kece Kang Alee dan Mba Evrina
Saking hebohnya foto-foto, tiba-tiba salah seorang penjaga yang cantik jelita datang menghampiri kami. Aku fikir kami akan diusir, eh ternyata enggak cuy. Dia malah menawarkan baju dayak yang bisa dipinjamkan secara gratis. Yasudah, tidak banyak cingcong kamipun langsung berebutan baju dan segera mengenakanya.
Tidak lupa kami juga minta tolong si Mba-mba cantik untuk fotoin kami. Duh maaf ya mbak sudah merepotkan, harap maklum mbak ini ujian, mohon bersabar.

3. AIRPORT CINEMA


Nonton bioskop di Mall mungkin sudah terlalu mainstream, lalu bagaimana jadinya kalo nonton bioskop di Bandara ? nah itu baru ajib.
Fasilitas layaknya bioskop ini ternyata tersedia di Bandara Sepinggan loh. Dan ini merupakan bandara pertama yang menyediakan fasilitas Bioskop di dalamnya. Aku sempet kaget ko bisa-bisanya ada tempat nonton disini.
Airport Cinema yang sudah mulai beroperasi pada 13 Juli 2016 ini memiliki sofa santai layaknya bioskop premium yang dapat dihuni oleh 15 pengunjung. Adapun film yang diputar hanya pada jam-jam tertentu saja yaitu pada jam 07.00-09.00, 11.00-13.00, 15.00-17.00, dan 19.00-21.00 Wita. Sehingga saya tidak dapat masuk kedalam airport cinema karna jam tayang sudah habis, huhuhu.
So, buat kamu yang akan ke bandara Sepinggan tidak ada salahnya jika mencoba nonton disini. Nanti ceritain ke aku gimana sensasi nonton di airport Cinema. O iya, untuk bisa menikmati fasilitas bioskop ini kamu harus membawa boarding pass sebagai tiket masuknya yah.

4. READING CORNER


Fasilitas berikutnya yang tidak kalah menarik yaitu reading corner yang berada di gate 6 dan 7. Reading Corner merupakan ruang baca yang nyaman untuk mengisi waktu luang saat menunggu keberangkatan pesawat.
Reading Corner di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan ini terdapat dua area yaitu untuk anak-anak dan untuk dewasa. Sehingga fasilitas reading corner ini sangat cocok di kunjungi oleh keluarga.



Diarea anak-anak terdapat buku-buku dan berbagai permaianan dan alat menggambar seperti di taman kanak-kanak. Dekorasi ruanganya unik dan colorful. Dijamin anak ku ga akan merasa bosan jika diajak kesini, Eh tapi aku kan belum punya anak.
Adapun di area dewasa buku-buku yang disediakan adalah buku-buku dewasa. Bukan buku dewasa yang anu tapi buku-buku Seperti novel, majalah, buku resep masakah dll. Yang paling aku suka dari Reading corner dewasa adalah dekorasi ruanganya yang sangat nyaman, berasa di rumah sendiri.



Jika kamu ingin mampir ke reading corner ini, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan.
1.   Dilarang membawa makan dan minum kedalam ruang baca
2.   Sebelum masuk jangan lupa melepas alas kaki, dan baca bismilah
3.  Dilarang membawa keluar buku apalagi membawanya pulang, pokoknya jangan!
4.   Gunakan boardingpass untuk tiket masuk.
5.   Jangan bertingkah konyol karna di ruangan ini terdapat CCTVnya.

5. ZONA BERMAIN ANAK-ANAK


Untuk penumpang yang membawa buah hati jangan khawatir jika mereka rewel. Ajak saja mereka ke zona permainan anak, dijamin anak anda akan anteng berada di sana.
Zona permainan (playground) ini mirip seperti tempat bermain yang sering kita lihat pada umumnya seperti ayunan, perosotan dan kuda-kudaan dan beberapa permainan yang entah apa itu namanya.

Disini juga terdapat TrollEY bayi yang bisa di gunakan Bunda untuk mengajak bayinya jalan-jalan keliling Bandara. sangat asik bukan ? Aku juga mau diajak jalan naik troll baby :0



6. TEMPAT JAJAN SUPER KOMPLIT



Salah satu fasilitas yang paling banyak aku lihat adalah tempat jajan seperti toko pakaian, Aksesoris, souvenir, Food Court dan lain-lain. Disini kita bisa membeli beragam barang unik untuk oleh-oleh.
Namun, Kekurangan belanja di bandara hanya satu, harganya mahal-mahal cuy. Tapi kalau kamu orang yang berduit sepertinya ga ada salahnya ngeborong belanjaan disini karna barang-barang yang dijual bagus-bagus. Setiap kali mampir dari satu toko ke toko yang lain aku saja selalu ngiler dibuatnya huu.


7. FASILITAS LAIN YANG TIDAK BISA AKU JELASKAN

Selain fasilitas yang sudah aku sebutkan diatas, Ada fasilitas lain yang aku sendiripun belum paham apa kegunaanya, jadi aku ga bisa jelasin satu persatu yap. Seperti ini misalnya :

Nah itulah beberapa Fasilitas lengkap yang disediakan Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman a.k.a Sepinggan di Pontianak. Aku yakin masih banyak lagi fasilitas yang belum aku kunjungi, mengingat aku hanya keluyuran di lantai 3 saja.

Namun bagaimanapun aku tetap bangga dengan Bandara Sepinggan karna telah menyediakan beragam fasilitas yang ampuh membunuh rasa bosan saat menunggu keberangkatan pesawat.

BTW, Sedikit cuplikan Bandara ini ada di video berikut loh :)


Nah, Itu saja fasilitas bandara sepinggan yang bisa aku bocorin, mungkin ada diantara teman-teman yang mengetahui fasilitas lainnya ? bisa banget dong di share disini.
o iya, kalo boleh tahu Kira-kira fasilitas apa ajanih yang paling kamu suka ? atau pernahkah kamu melihat fasiltas serupa di salah satu bandara yang pernah kamu kunjungi ? yuk kita diskusi di kolom komentar.

KEREN ! UNDERPASS BOGOR DISULAP JADI PAMERAN GALERI SENI.


Ada yang sudah pernah mampir ke kota Bogor ?
Mungkin diantara kita masih ada yang belum tahu kalau di jantung kota Bogor terdapat sebuah underpass atau terowongan bawah tanah yang dikhususkan untuk para pejalan kaki.
Underpass ini terletak di samping tugu kujang atau dekat Mall paling mewah di Bogor yaitu ‘Mall Botani Square’, kalau kata orang Bogor sih di singkat menjadi ‘Boker’.
Jembatan penyebrangan ini memang tidak terlalu mencolok, tetapi kalau kamu sedang berjalan di depan Gedung Pascasarjana IPB kamu pasti akan melihatnya. Nah kira-kira seperti ini wujud pintu masuknya.

Awalnya underpass ini dikhususkan untuk akses para wisatawan yang ingin berkunjung ke Kebun Raya Bogor (Bogor Botanical Garden) melalui pintu 4. Tapi mulai sekarang sudah bisa di gunakan oleh siapapun.
Underpass yang dibangun dengan biaya 3 miliar ini awalnya sempat terlantar, Namun saat ini underpass tersebut sudah mulai dihidupkan kembali dengan cara menyulapnya menjadi pameran galeri seni yang menakjubkan.
Underpass yang belum lama di sahkan oleh Wali kota Bogor Bima Arya ini memang terlihat berbeda dengan underpass yang pernah kutemui di kota-kota lain.
Saat memasuki terowongan yang membelah jalan pajajaran ini kita akan disuguhi berbagai macam karya seni yang terpajang di sepanjang dinding terowongan seperti lukisan, foto, grafity, infographic dan lain-lain.
Tema karya seni di sini selalu up to date dan berganti secara berkala, jadi para pengguna jalan tidak akan pernah merasa bosan untuk melewati jalan tersebut. Bahkan, seringkali para pengunjung meluangkan waktu sejenak untuk melihat-lihat dan berselfie ria.




Selain menikmati pameran seni visual, kita juga dapat menikmati live music dari Para pengmen jalanan atau komunitas seni di Kota Bogor. Sayangnya saat terakhir kali melewati jalan ini saya tidak melihat pertunjukan musik, mungkin saya sudah datang terlalu malam jadi abang-abang musiknya sudah pulang.
O iya, untuk kamu yang suka jogging. Kamu juga bisa menitipkan tas ke petugas yang berjaga di underpass ini loh. Saat ini kota Bogor memang sedang gancar-gencarnya membuat fasilitas ramah pejalan kaki. Terlihat di sekeliling kebun raya bogor dan di sepanjang jalan raya sudah disediakan trotoar atau kawasan khusus pejalan kaki dan pengguna sepeda. 

Hampir setiap pagi dan sore hari muda mudi berbusana rapi banyak warga Bogor yang memadati pedestrian ini. Terutama para joggingers yang berlalu lalang dari ujung ke ujung, seru sih ngeliatnya sekalian cuci mata.

Saat kita keluar dari underpass ini, kita juga bisa melihat langsung megahnya Tepas Lawang Salapan yang sedang hits di kota Bogor. Bangunan yang baru didirikan tahun 2016 ini memang sangat iconic dan menjadi daya tarik tersendiri.
Oleh karna itu, Jangan lupa untuk berfoto di Lawang Salapan kalau kamu sedang disini ya, keindahan bangunanya sangat sayang jika dilewatkan.

UNDERPASS BOGOR SEPI PEMINAT

Kemudahan fasilitas dan keindahan underpass di kota Bogor ternyata masih belum bisa menarik masyarakat untuk melewati jembatan ini.
Terbukti setiap kali aku pergi ke Mall Botani Square aku seringkali melihat para pejalan kaki yang lebih memilih menyebrang melalui zebracross. Padahal di samping lampu merah jelas-jelas sudah tertulis himbauan agar para pejalan kaki menggunakan underpass.
Sepertinya kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan masih sangat minim. Padahal Underpass memiliki fungsi yang sangat baik yaitu dapat meminimalisir kemacetan lalu lintas.
So, mulai sekarang yuk kita tumbuhkan kesadaran untuk menggunakan fasilitas penyebrangan yang sudah disediakan. Semoga Underpass Bogor yang memiliki fungsi ganda sebagai penyebrangan jalan dan galeri seni ini dapat terus terawat dan menjadi contoh oleh kota-kota lainya.

Btw, ini ada sedikit cuplikan underpass saat aku di Bogor. Nah, kalau di kotamu ada fasilitas apa aja nih yang terlihat unik ?


SENSASI MENIKMATI SUNRISE DI GUNUNG PRAU YANG MEMUKAU





Untuk kamu yang hobi naik gunung, pasti sudah tidak asing lagi dengan gunung Prau. Yap, gunung yang berada di tiga kabupaten (Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo) Jawa tengah ini memiliki pemandang yang luar biasa indah. Sehingga tidak salah jika gunung Prau di kategorikan sebagai salah satu gunung dengan sunrise terbaik di Indonesia.

Sebetulnya gunung ini sudah saya kunjungi sejak tahun lalu, tapi entah kenapa tidak lengkap rasanya jika saya tidak menceritakan pengalaman pendakianku di halaman khusus di blog ini. Siapa tahu cerita ku ini dapat membantu kamu yang berencana untuk mendaki gunung Prau.

O iya, Pendakin kali ini sedikit berbeda dengan pendakian yang biasa  saya lakukan loh,  saya sama sekali tidak mendirikan tenda di puncak Gunung Prau tetapi bermalam di salah satu homestay yang ada di Dieng.

Saya sengaja menyewa Homestay karna sebelum melakukan pendakian  saya memutuskan untuk menjelajah Dieng terlebih dahulu. Sangat sayang rasanya jika kamu pergi jauh-jauh ke Dieng tetapi tidak mengunjungi beragam destinasi menarik yang ada disana. Tempat wisata di Dieng komplit banget guys !

BACA JUGA : SEHARIAN DI DIENG PLATEAU NGAPAIN AJA ?

Gunung Prau memiliki ketinggian 2565 MDPL, jadi tidak perlu waktu lama untuk mendakinya sampai ke puncak gunung. So, Sekitar jam 2 pagi saya dan ketiga teman saya langsung bergegas menuju basecamp gunung Prau. Pagi itu udara di Dieng benar-benar dingin, menusuk sampai ke tulang. brrr

Sesampainya di basecamp, kami melakukan registrasi terlebih dahulu dengan membayar uang masuk Rp.10.000 /Orang. Sebelum pendakian dimulai, kami berdoa sejenak meminta perlindungan kepada Yang Maha Kuasa agar diberi keselamatan dan kelancaran selama pendakian.

Untuk mencapai gunung Prau, para pendaki bisa melewati beberapa jalur Seperti jalur Dieng ataupun jalur Patak Banteng. Nah, saat itu kami memilih melewati jalur Dieng, Selain lokasinya yang berada tidak jauh dari homestay, Jalur Dieng juga dikenal lebih mudah untuk di daki.


Dari basecamp, Perjalanan menuju pos 1 tidak begitu melelahkan, treknya pun tidak terlalu sulit. Bahkan jika siang hari tempat ini akan terlihat sangat indah karna banyak perkebunan warga yang sangat menyegarkan.

Setelah sampai di Pos 1, saya beristirahat sejenak sambil menunggu kedua rekan saya yang belum sampai. Sesekali bertegur sapa dengan pendaki lainya. Saat itu banyak sekali wisatawan yang datang, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Saking banyaknya pendaki yang membanjiri gunung Prau, saya sampai menemukan beberapa barang yang tergeletak begitu saja di beberapa trek yang saya dapat menemukan pemiliknya di puncak nanti.

Tapi kenyataanya, saya tidak menemukan pemilik barang-barang tersebut. Jadilah saya membawa banyak oleh-oleh dari gunung Prau seperti slier, Buff, Sarung tangan bahkan topi bule dengan merek yang terkenal.

Tidak ingin berlama-lama di Pos 1, kamipun melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya. Dengan harapan, kami dapat sampai ke puncak gunung Prau sebelum matahari terbit. Yap, salah satu tujuan para pendaki ke gunung Prau adalah untuk menyaksikan Golden Sunrise yang sangat melegenda itu. kamipuun tidak ingin ketinggalan menyaksikanya.

O iya, Sebenarnya selain gunung Prau kitapun dapat menikmati Golden Sunrise melalui Bukit Sikunir. Namun, sebagai pecinta ketinggian, tentu saja gunung Prau menjadi pilihan yang paling tepat.

Setelah 3 jam berjuang melewati hutan, jalanan yang berakar, tangga dari bebatuan serta jurang ditengah kegelapan, akhirnya kami sampai di titik tertinggi Dieng. Horaaay !


Ketinggian yang mencapai 2565 MDPL ini membuat udara di gunung Prau terasa sangat dingin. Bahkan jaket saya terasa tidak sanggup menahan hawa dingin.

Saat itu suasana gunung Prau masih terlihat gelap, langitpun masih bersih dihiasi taburan bintang dan milky way. Dari ketinggian saya dapat melihat kerlap-kerlip lampu perumahan warga diiringi suara azan subuh yang sayup-sayup terdengar dari kejauhan.

Sayapun langsung menggelar sajadah, bersimpuh kepada Yang Maha Kuasa dan tak henti-hentinya mengucap syukur atas ciptaa-Nya yang luar biasa ini.


Tidak beberapa lama akhirnya moment yang ditunggupun datang. Semburat matahari perlahan muncul di atas gumpalan awan, warna kuning keemasan dengan baground biru langit menjadikan gunung Prau terlihat sangat indah.

Saat itu saya simpan semua kamera dan gadget yang saya miliki. Saya hanya ingin fokus menikmati detik-detik sunrise di gunung Prau. Melihat pemandangan sedahsyat ini, membuat perjuangan saya terasa impas terbayarkan.

Ternyata benar apa kata orang, pemandangan gunung Prau dapat menyihir siapapun yang melihatnya. benar-benar seperti lukisan.





Tidak berhenti sampai disitu, pemandangan gunung Sumbing, Sindoro, Merapi dan Merbabu dapat terlihat jelas dari puncak gunung Prau. Ditambah hamparan hijau bukit teletubies semakin mempercantik suasana.








Hamparan puncak gunung Prau yang sangat luas membuat saya penasaran untuk mengelilingi setiap sudutnya. sehingga saya mempersilahkan kepada kedua teman saya yang ingin turun gunung terlebih dulu. Tidak mengapa saya berkeliaran seorang diri di gunung Prau. Saya rasa, saya sudah mulai terbiasa dengan gunung seribu bukit ini.




Setelah puas menikmati pesona indah gunung Prau, sayapun memutuskan untuk turun gunung. Saat itu saya turun seorang diri. Namun, saya sama sekali tidak khawatir akan tersesat, karna trek gunung Prau tidak teralalu rumit seperti trek gunung-gunung yang pernah saya daki sebelumnya.

Saat perjalanan pulang, ternyata saya dapat melihat telaga warna, kawah sikidang dan candi Arjuna dari kejauhan. Saya juga melewati banyak pepohonan pinus dan kawasan pertanian milik warga, Amazing banget!.







Untuk kalian yang belum pernah melakukan pendakian dan ingin merasakan sensasi naik gunung, gunung Prau dapat dijadikan pilihan yang tepat. Karna gunung Prau sangat direkomendasikan untuk pendaki pemula. Adapun lama pendakian yang saya alami saat itu hanya memakan waktu sekitar 3 Jam. wow in oendakian tercepat yang pernah saya alami :)

Btw, Berikut ini video perjuangan saya saat berada di Gunung Prau. Jangan lupa di tonton yah. di Subscribe juga sekalian muehe


Selepas dari Gunung Prau, saya langsung berkemas untuk persiapan kembali ke Homestay dan pulang ke kampung halaman. Berat rasanya harus meninggalkan gunung Prau yang sangat memukau.

“Saya selalu menyarankan ini jika kalian masih muda, punya banyak waktu luang, tidak memiliki terlalu banyak keterbatasan, maka berkelilinglah melihat dunia. Bawa satu ransel di pundak, berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, dari satu desa ke desa lain, dari satu lembah ke lembah lain, pantai, gunung, hutan, padang rumput, dan sebagainya.
Menyatu dengan kebiasaan setempat, naik turun angkutan umum, menumpang menginap di rumah-rumah, selasar masjid, penginapan murah meriah, nongkrong di pasar, ngobrol dengan banyak orang, menikmati setiap detik proses tersebut.
 Maka, semoga, pemahaman yang lebih bernilai dibanding pendidikan formal akan datang. Dunia ini bukan sekadar duduk di depan laptop atau HP, lantas terkoneksi dengan jaringan sosial yang sebenarnya semu. Bertemu dengan banyak orang, kebiasaan, akan membuka simpul pengertian yang lebih besar." 

MENGAPA SOTO SOLO BERBEDA DENGAN SOTO LAINYA ?

Beberapa waktu lalu setelah ngebolang ke Gancik Hilltopgunung Merbabu dan Candi Prambanan aku menyempatkan diri untuk wisata kuliner di daerah Solo a.k.a Surakarta. Sebetulnya bukan wisata kuliner sih, memang perutku sudah laper jadi aku memutuskan untuk mencari tempat makan.
Masalah makanan aku orangnya tidak terlalu pilih-pilih, selama menunya halal, higienis dan bukan kambing pasti aku makan. So, akupun langsung menunjuk salah satu tempat makan yang ada di depan mata, yaitu warung soto Bu ..... (Btw, aku lupa nama warungnya jadi kalian pikir sendiri aja yah).
Tempat makan ini sangat sederhana, bahkan bisa dibilang tempat makan paling sederhana yang pernah aku kunjungi. Namun walaupun begitu, menu soto disini sangat maknyus dan harganya murah Cuma goceng alias Rp. 5000 (begitu sabda temanku). So, Tanpa banyak cingcong aku langsung cabut ke warung soto Bu anu.
Setelah masuk ke dalam warung makan aku dan ke tiga temanku langsung memesan menu utama disini yaitu soto ayam, tidak lupa aku juga memesan nasi supaya aku tetap bisa kenyang sampe minggu depan.
Tidak beberapa lama, akhirnya seorang ibu-ibu paruh baya datang membawakan beberapa mangkuk Soto ayam plus segelas es teh manis yang bisa kami seruput manja.
Pertama kali melihat wujud soto Solo aku langsung heboh dan panik.
“ini beneran Soto ? ko begini bentuknya dah ?!
Wujud Soto solo berbeda banget sama soto-soto lain yang pernahku temui. Biasanya soto itu ada warnanya, kalo gak kuning ya ijo. Tapi soto Solo mah transparan cuy, bersih bening seperti tanpa kaca.
Oleh sebab itu, makanan ini lebih dekenal dengan soto ayam bening khas Solo atau soto gading, atau ada juga yang menyebutnya soto kwali sebab makanan ini masih di buat secara tradisional menggunakan kwali.
Ah di kosanku kalo masak juga pake kwali, berarti aku tradisional dong ya ?
Awalnya aku ragu mau makan soto ini, aku sudah suudzon kalo soto ini pasti ga ada rasanya, alias hambar. Entah kenapa aku selalu berasumsi bahwa setiap makanan yang polos dan ga menarik pasti rasanya kurang greget.
Aku juga sempet kesel karna nasi yang aku pesen ga kunjung sampai. Rasanya pengen ngomel dan ngobrak abrik seisi warung. E Tapi setelah aku perhatiin soto ini dengan seksama ternyata komponen-komponen yang ada di dalem mangkuk itu sudah disediakan nasinya guys jadi bisa langsung ‘hap’. Oalah, aku pikir nasinya di jual terpisah to.
Pertama kali mencicipi satu sendok kuah soto yang hangat ini ternyata rasanya luar biasa guys. Olahan bumbu rahasia yang di godok si Ibu membuat soto ini terasa unik, gurih dan seger. Aku jadi semangat nih makanya.
Namun, seperti biasa sebelum menghabiskan makanan aku mengabadikan moment terlebih dahulu. Jadi pas temanku sudah hampir kelar makan aku masih aja foto-foto. Susah emang kalo temenan sama food blogger amatir.
Nah itulah wisata kuliner low budget yang bisa aku ceritakan. Untuk kamu masyarakat Solo maaf ya makananya aku review dengan sangat tidak jelas. Harap maklum aku masih katro.
Okedeh sekian jajan-jalan kali ini. kira-kira wisata kuliner kemana lagi nih yang asyique ?
BACA JUGA CUY : MIE AYAM HOTPLATE PEDESNYA AMPE KEUBUN-UBUN

TONTON VIDEO TERBARUKU :)