KHAIRULLEON.COM

PULAU BATU BERLAYAR, PULAU KECIL DIPENUHI BATU BESAR BERBENTUK LAYAR


Khairulleon.com | Hari kedua di Pulau Belitung membuatku exited ga karuan. Sebab Mas-mas Rangga sebagai Guide Tour akan mengajakku menjelajah laut. Sebagai manusia air (?) aku langsung jingkrak-jingkrak mendengarnya.
Dari dulu aku selalu senang kalau diajak kelaut. Ingin rasanya berlayar ketengah lautan sambil menikmati sepoi-sepoi angin dan melihat kehidupan bawah air yang misterius.
Tidakkah kalian merasa bosan hidup di darat ?
Pagi itu sekitar jam 9.30 Mas Rangga menjemput kami di lobi hotel. Sebetulnya kami sudah menunggu sejak jam 8.00 pagi, mengingat cuaca hari itu sangat panas jadi kami tidak ingin ngaret, sebab semakin siang cuaca di Belitung akan semakin panas.
Oleh karna itu, sepanjang perjalanan kami sibuk memakai krim dan sunblock ke area kulit yang mudah terkena sinar matahari.
So, untuk kamu yang berencana berlibur ke Pulau Belitung jangan sampai lupa membawa sunblock ya ! Walau aku sendiri ga pernah bawa sunblock sih, aku lebih suka minta ke temen muehe.
PANTAI TANJUNG KELAYANG

Landmark Pantai Tanjung Kelayang
Setengah jam perjalanan akhirnya kami sampai di Pantai Tanjung Kelayang. Pantai ini merupakan titik awal keberangkatan kami untuk menjelajah kepulau-pulau berikutnya.
Di sepanjang bibir pantai sudah banyak berserakan perahu berukuran sedang yang biasa disewa wisatawan untuk menjelajah Pulau-pulau di Belitung.
Disini juga banyak disewakan alat renang seperti pelampung, snorkeling dan fin/kaki katak. So, untuk kamu yang tidak membawa alat renang bisa menyewanya di Pantai ini. Jangan sampai kamu menyesal karna tidak bisa melihat surga bawah laut Pulau Belitong yang mempesona.
EKSOTISME PULAU BATU BERLAYAR
Perahu di pantai tanjung kelayang
Setelah mas Rangga memilih salah satu perahu, kami segera naik keatasnya sambil teriak-teriak kegirangan. Tidak beberapa lama suara mesin mulai berderu dan perahu perlahan menjauh dari pantai Tanjung Kelayang.
Sekitar 15 menit perjalanan tiba-tiba aku melihat sebuah pulau kecil yang di penuhi gundukan bebatuan. ‘Itu namanya Pulau Batu Berlayar, Kita akan kesana’ ujar mas Rangga.

Beautiful place with amazing rock formations and really clean sea with white sands, amazing place to take pictures
Sesampainya di Pulau Batu Berlayar, perahu kami langsung menepi di salah satu spot yang masih kosong. Saat itu lumayan banyak wisatawan yang berdatangan sehingga banyak juga perahu yang memenuhi Pulau.
Tanpa pikir panjang aku langsung lompat dari perahu dan berkeliaran kesana kemari.
MENGAPA DISEBUT PULAU BATU BERLAYAR ?

Stones.... Stones....Stones.... Huge Stones..
Pulau Batu Berlayar merupakan sebuah pulau berpasir putih yang memiliki ukuran sekitar 50m persegi. Walaupun luasnya terbilang kecil tetapi pulau ini memilki view yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pertama kali menginjakkan kaki ke pulau ini kita akan merasakan lembutnya pasir putih dan dan jernihnya air pantai. Ditambah biru langit yang bersih dan awan yang putih menambah cantik panorama Pulau Batu Berlayar.
Namun, yang membuatnya unik tentu saja tumpukan bebatuan granit yang banyak berserakan di atas pulau.

It's a small island with soft white sand, many big rock and clear waters.
Nama Pulau Batu Berlayar sendiri diambil dari dua buah batu di pulau ini yang menyerupai layar kapal. Adapun disekitarnya dipenuhi bebatuan yang lebih kecil tapi tetap artistik. Kemanapun mata memandang hanya ada batu, batu dan batu. Pulau ini juga dikenal sebagai Sailinng Rock. its awesome right ?!
PULAU BATU BERLAYAR BANJIR OLEH WISATAWAN

The stone like the boat who are sailing
Hal pertama yang aku lakukan saat di pulau ini adalah berfoto, lalu berfoto, lalu berfoto lagi. Spot Pulau Batu Berlayar memang intagramable banget, setiap sudutnya sangat menarik untuk di abadikan.
Sayangnya hari itu banyak sekali wisatawan yang berdatangan, tidak hanya wisatawan lokal tapi juga mancanegara. Terdengar satu dua orang berbicara menggunakan bahasa korea dan mandarin.
Awalnya aku ingin mengajak mereka ngobrol sekaligus mengasah kemampuan bahasa asingku yang tidak seberapa, tetapi aku urung karna kebanyakan dari mereka memakai bikini wkwk. *Jaga pandangan, jangan maksiat.

You need to climb the stone to have a great picture and get the view :)
Banyaknya pengunjung juga sangat merugikanku, sulit sekali mencari spot yang sepi, lihat saja hampir semua hasil fotoku bocor. Nah, untuk kamu yang tidak suka keramain datanglah saat weekdays.
APA SAJA YANG BISA DILAKUKAN DI PULAU BATU BERLAYAR

Very good spot for taking amazing photos
Setiap orang tentu punya cara tersendiri untuk menikmati liburan, termasuk salah satunya saat ke Pulau Batu Berlayar. Namun, aku punya beberapa usulan yang bisa kamu lakukan saat berada di Pulau Batu Berlayar.
1.Berfoto. tidak perlu dipertanyakan lagi ini sudah jadi ritual wajib.
2.Snorkeling. Air di pulau ini beningnya kebangetan, sayang kalau tidak dipakai berenang. Jika beruntung kamu akan menemukan bintang laut unyu yang bisa kamu ajak foto. Tapi kalau lagi buntung kamu akan menemukan Bulu Babi, jadi tetap hati-hati ya.
4.Datanglah pada waktu yang tepat. Pulau Batu Berlayar hampir sama seperti Tanjung Putus di Pulau Pahawang, dimana pasirnya akan muncul saat air laut sedang surut, namun saat pasang pulau ini akan hilang tertutup air, yang terlihat hanya ujung bebatuanya saja.
3.Jangan Berlama-Laman di Pulau Ini, cukup sekedarnya saja. Masih banyak pulau-pulau lainya yang bisa kalian kunjungi. Jadi dalam sehari usahakan kamu bisa mengunjungi sebanyak-banyaknya wisata bahari di Pulau Belitung.
Namun, berdasarkan riset di lapangan kebanyak pengunjung tidak ingin cepat-cepat pergi dari sini, termasuk salah satunya aku sendiri. Berat rasanya harus meninggalkan pulau kecil yang eksotis ini. Jadi kepingin balik lagi cuy.

Sigembel sedang berpose
KESERUAN TRAVELING DIPULAU BATU BERLAYAR SUDAH KU RANGKUM DALAM VLOG BERIKUT, MARI DI TONTON !


Jangan lupa sumbangkan like dan subscribe yak !

MENGINTIP PATUNG RAKSASA DEWI KUAN IM DI VIHARA TERTUA PULAU BELITUNG


Ada yang sudah pernah menonton film Sung Go Kong a.k.a Kera Sakti ? kalau belum pernah berarti kamu kebangetan ! haha ga ding canda.
Di film Kera Sakti kita pasti sudah ga asing lagi dengan sosok Dewi Kuan Im, ituloh wanita yang suka terbang di atas bunga teratai sambil membawa seuntai daun suci. Ingat ?
Nah, siapa sangka sosok Dewi Kuan Im yang sangat di puja-puja oleh penganut agama Budha itu ternyata memiliki kuil khusus yang diambil dari namanya, yaitu Vihara Dewi Kuan Im yang berada di Belitung.
Sebetulnya aku agak ga enak hati menulis postingan ini, mengingat isu agama Budha adalah pembahasan yang sangat sensitif. Seperti yang kita ketahui perseteruan umat Budha dan Muslim di Myanmar membuat mata dunia terbelalak.
Namun terlepas dari itu, melalui postingan ini aku hanya mau menceritakan perjalananku saja. Walaupun tetap, aku membenci perlakuan pemerintah Myanmar dan beberapa penganut Budha yang membantai kaum muslimin di Rohingya.
Oke deh selamat menyimak.

BERKUNJUNG KE VIHARA DEWI KUAN IM

Pulau Belitung memiliki banyak sekali objek wisata, baik wisata alam maupun wisata buatan. Bisa dibilang setiap sudut pulau Belitung bisa digunakan untuk berwisata. Seperti Sekolahlaskar Pelangi, museum kata andrea hirata, Kampung Ahok bahkan sampai ke tempat-tempat peribadatan seperti Vihara Dewi Kuan Im sekalipun.
Vihara Dewi Kuan Im merupakan salah satu tempat peribadatan warga Tionghoa di desa Burong Mandi.
Memasuki gerbang vihara aku bisa melihat langsung kemegahan bangunan tersebut yang berdiri kokoh di atas bukit. Menurut kabar yang beredar, vihara Dewi Kuan Im merupakan Vihara Tertua di Belitong yang sudah didirikan tahun 1747.
Yang unik dari vihara ini adalah kita dapat melihat patung raksasa Dewi Kuan Im yang berada di spot paling atas Vihara. Sehingga aku harus menaiki sekitar 89 buah anak tangga (kalo ga salah ngitung) untuk sampai ke bagian atas Vihara.
Saat menaiki anak tangga aku juga melewati beberapa ruangan berisi patung Dewa-Dewi yang digunakan untuk sembahyang. Saat itu ada beberapa orang yang sedang sembahyang, jadi pastikan jika kalian kesini jangan membuat keributan.
Bangunan kerucut, lilin merah dan alunan musik tiongkok membuat suasana Vihara terasa semakin khas.

Semakin naik ke atas aku sudah bisa melihat patung Dewi Kuan Im dengan jelas, namun jika ingin melihat lebih dekat aku harus menaiki beberapa anak tangga lagi.
Sebetulnya pembangunan patung Dewi Kuan Im ini belum lama didirikan, terlihat disekitar Vihara masih terdapat ukiran batu yang masih berserakan dan bagian-bagian bangunan yang sedang direnovasi oleh para pekerja.
Tidak beberapa lama akhirnya aku sampai di kaki patung Dewi Kuan Im. Ternyata patungnya beneran gede dan tinggi, aku haus mendongak untuk melihat bagian atas patung.


Dari atas vihara aku juga bisa melihat pemandangan Laut Burong Mandi yang cool abis. Beruntung sata itu tidak banyak pengunjung yang datang sehingga suasa Vihara terasa semakin yang tentram dan sunyi.

Puas berkeliling vihara akupun turun kembali untuk melanjutkan perjalanan menuju Pantai Burung Mandi. Saat turun ada beberapa wisatawan yang mulai ramai berdatangan.
Sejauh ini Vihara Dewi Kuan Im sangat recomended untuk dikunjungi. Namun hal yang patut disayangkan adalah disini terdapat banyak sekali anjing liar yang berlalu lalang. Walaupun anjingnya tidak galak tetapi itu sangat mengganggu kenyamanan.

Selain itu, vihara ini juga tidak terdapat papan informasi. Sepertinya akan lebih baik jika pengunjung bisa mengetahui latar belakang Vihara Dewi Kuan Im yang sangat bersejarah ini.
Terakhir, silahkan tonton Vlog berikut ini. Karna di video ini aku merekam setiap sudut bangunan Vihara Dewi Kuan Im. Selamat menyaksikan. Pastikan kamu like dan subscribe ya :v

Alamat Vihara : Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Belitung Timur. Lokasi GPS : -2.74821, 108.24646 .

KETIKA RUMAH AHOK MENJELMA JADI TEMPAT WISATA


Beberapa waktu yang lalu, kita sempat digemparkan dengan sesosok public figur yang merupakan mantan gubernur Ibu kota Jakarta yaitu Bapak BBasuki Tjahaja Purnama atau yang biasa dikenal dengan Ahok.
Hampir setiap lapisan masyarakat pasti mengenal Ahok, bentuk kepemimpinanya yang berkarakter menjadikanya viral di mana-mana. Terutama saat beliau memiliki kasus yang sempat heboh beberapa bulan yang lalu, sampai-sampai membuat beliau harus tabah menjalani kehidupanya di balik jeruji besi.
Namun, dibalik banyaknya orang yang kontra kepada beliau ternyata masih ada sebagian orang yang mendukungnya, terutama masyarakat Belitong yang tinggal dekat dari rumah pak Ahok.
Oleh karna itu, sebagai bentuk dedikasi warga belitong kepada pak Ahok. Akhirnya mereka membuat sebuah tempat khusus yang diberi nama Kampung Ahok. Adapun yang mendirikan kampung Ahok adalah adik Ahok sendiri yang bernapa Pak Basuri.
Hingga kini, kampung Ahok tidak hanya dijadikan sebagai tempat tinggalnya Ahok, tapi juga sudah menjelma menjadi objek wisata yang banyak di kunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

BERKUNJUNG KE RUMAH AHOK


Siang itu setelah berkunjung ke Museum Kata Andrea Hirata aku langsung melanjutkan perjalanan menuju Kampung Ahok yang  berlokasi di Desa Gantong, Kecamatan Gantong, Belitung Timur.
Tidak sampai 5 menit aku sudah sampai di depan pintu gerbang rumah Ahok yang terbuka lebar. Aku juga melihat sebuah landmark di tepi jalan yang bertuliskan ‘Kampoeng Ahok’.
Saat itu sudah banyak pengunjung yang membanjiri kawasan Rumah Ahok. Terlihat beberapa orang asing dengan hebohnya berfoto selfie sambil teriak-teriak kegirangan.
Terkadang aku bingung, ‘Sebenernya bule-bule itu sudah mengenal Ahok belum sih ? atau Cuma mau ikut-ikutan foto aja ? hmmmm”.
Tepat di depan rumah Ahok terdapat sebuah rumah panggung khas Belitong berwarna coklat. Didepan teras rumah itu ditempeli spanduk berisi ucapan terimakasih kepada pak Ahok.
Merasa tertarik akupun memasuki rumah panggung tersebut, tidak lupa melepas alas kaki terlebih dahulu agar rumah panggung tidak kotor.
Memasuki rumah panggung aku melihat banyak sekali pernak-pernik dan souvenir yang di jual. Uniknya hampir semua barang yang dijual serba Ahok. Baju kaos bergambar Ahok, gelas mug ada muka ahok, Patung miniatur badan Ahok sampai kue-kue kering buatan mamanya Ahok. Fanatik banget ga sih wkwk!
Setelah kenyang melihat-lihat rumah panggung aku langsung menuju ke rumah Ahok yang berada di seberang jalan. Saat itu rumahnya terlhat sepi, pintunya juga terkunci. Sepertinya pengunjung tidak diizinkan untuk masuk kedalamnya. yaiyalah emang lu siapa ?
Nah, sebagai gantinya. Wisatawan dapat mengunjungi Galeri Daun Simpur yang berada tepat disamping rumah Ahok. Disini wisatawan dapat berbelanja oleh-oleh atau memberi makan kuda dan keledai yang unyu-unyu.
Btw, masuk kawasan kampung Ahok tidak dikenakan biaya sepserpun. Tetapi kalo kamu anaknya gampang Jajan lebih baik membawa uang yang banyak yah, mengingat oleh-oleh dan souvenir disini ajib-ajib!.


Setelah puas keliling di kawasan Kampung Ahok, akupun melanjutkan perjalanan menuju Kuik Dewi Kuan Im. Dalam perjalanan aku berfikir seperti ini :
"ternyata jadi orang yang 'berpengaruh' itu seru juga yah, apapun yang di jual pasti diburu orang, seperti rumah Ahok. Padahal hanya berupa rumah saja tetapi selalu ramai dikunjungi manusia, wah sepertinya aku harus jadi orang terkenal nih :v"
Selengkapnya tentang Kampung Ahok dapat kamu tonton melalu video berikut ini, dijamin Ajib !

Pastikan kamu like dan subscribe supaya tidak ketinggalan video ku berikutnya ehehehehe :)

WISATA PENUH WARNA DI MUSEUM KATA ANDREA HIRATA - Explore Belitong


Setahun yang lalu aku pernah blogwalking ke salah satu blog travel favoriteku. Saat itu si pemilik blog sedang menceritakan tentang perjalananya ketika berkunjung ke Museum Kata Andera Hirata di Belitong.
Merasa tertarik akupun meninggalkan komentar seperti ini : “Gila! Museum Kata keren banget! Semoga suatu saat bisa kesini!”
tak lama kemudian Sang pemilik blog membalas komentar dengan mengatakan ‘Amin...’.
Singkat cerita, Akhirnya Allah menjawab doaku. Walaupun harus menunggu hingga satu tahun tetapi aku tetap bersyukur, mungkin tanpa campur tanganNya aku tidak akan bisa berkunjung ke Negeri Laskar Pelangi tersebut.
MUSEUM KATA PENUH WARNA
If you are in love with literature and love architecture and taking a photos, you might wanna visit this place

Siang itu setelah berkunjung ke SD Muhammadiyah Gantong, Sekolah anak-anak Laskar Pelangi, aku langsung melanjutkan perjalanan menuju Museum Kata Andrea Hirata. Selama perjalanan aku sempat melewati beberapa lokasi syuting film laskar pelangi salah satunya yaitu toko Sinar Harapan milik seorang Tionghoa yang digunakan ikal untuk membeli kapur tulis.
Masih ingatkan saat Aling memberikan sekotak kapur kepada Ikal lewat lubang kecil lalu Ikal jatuh hati dan menceritakan kepada Lintang bahwa ia baru saja melihat kuku-kuku paling cantik sedunia ?
OKE SKIP, jadi melebar gini ceritanya :v.
Tidak butuh waktu lama untuk mencapai lokasi museum, hanya menempuh waktu sekitar 15 menit, aku sudah sampai di halaman depan pintu masuk Museum.
Pertama kali melihat Museum sekilas tidak tampak seperti museum. Jika biasanya kita mengenal museum dengan arsitektur tua, megah dan berwarna gelap maka tidak dengan Museum Kata.
Museum Kata Andrea Hirata terlihat sangat cerah dan penuh warna. Walaupun bangunanya sederhana tetapi balutan warna yang nyentrik dan beragam menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang hadir.

Sebelum masuk kedalam museum wisatawan dikenakan biaya masuk seharga Rp. 50.000. Selain mendapatkan selembar tiket wisatawan juga diberi buku kecil yang berjudul .....
Mungkin sebagian kita ada yang mengeluh karna harga tiketnya relatif mahal, tetapi demi keberlangsungan museum aku rasa tidak mengapa untuk merogoh kocek yang sedikit lebih besar.
Lagi pula aku sudah datang jauh-jauh dari Bogor, tentu saja sangat disayangakan jika tidak masuk kedalam Museum. Ya kan ?
This is Indonesia first literary museum

Saat menginjakkan kaki kedalam museum, aku langsung disambut oleh beberapa bangunan yang unik-unik, salah satunya bangunan berbentuk rumah yang merupakan bangunan utama museum kata Andrea Hirata.
Rumah ini terbuat dari bahan material sederhana, temboknya dari kayu, ubinnya dari semen dan atapnya dari seng. Namun balutan warna yang ada di sekitar rumah menjadikanya tampak unik.
Atmosfir laskar pelangi semakin terasa saat aku memasuki teras museum. Diteras ini terdapat foto-foto cuplikan film laskar pelangi. Design museum yang memiliki banyak jendela membuat cuaca yang panas berubah menjadi adem. Bahkan sepoi-sepoi angin dari jendela membuatku mengantuk.
Btw, jika kita perhatikan museum ini ko mirip rumah adat betawi ya ?

Colorful house, interesting word & a lot good spot
Dari teras aku langsung memasuki bagian dalam museum. Ruangan ini lebih besar dari ruangan lainya. Bisa dibilang ini merupakan ruang utama museum.
Disini masih terdapat beberapa poster cuplikan film laskar pelangi dan kata-kata inspiratif Andrea Hirata yang banyak ditempel di dinding-dinding museum.
Di ruangan ini juga terdapat beberapa hiasan dan mainan miniatur yang mempercantik interior museum.


Disamping museum terdapat dua ruangan kecil, bisa dibilang ruang ini merupakan kamarnya museum.
Di kamar pertama terdapat bangku-bangku kayu dan sebuah sepeda ontel berwarna kuning. Semua atribut di ruangan ini mencerminkan karakter lintang.
Adapun di kamar kedua terdapat poster berukuran besar bergambarkan tokoh dunia dan tokoh ikal. Oleh karna itu ruangan ini disebut juga sebagai ruangan Ikal.

The place is very bright and colorful with a lot of interesting quote
Masuk lebih dalam terdapat ruangan luas yang berisi beragam buku-buku yang menempel di dinding museum. Kebanyakan buku yang dipajang adalah buku karya Andrea Hirata yang sudah di terjemahkan kedalam berbagai bahasa seperti Bahasa Inggris, Jepang, Mandarin dan lain-lain.
Ruangan ini juga menjadi ruangan favoriteku karna banyak sekali kutipan inspiratif tentang dunia traveling.

Not just a museum, but it has some kind of cafe inside
Dibagian belakang museum terdapat sebuah dapur yang disulap menjadi Warung Kopi. Warkop ini dikenal dengan Kupi Kuli. Disini pengunjung dapat memesan kopi khas Belitong sambil duduk-duduk dan bercengkrama di bangku kecil yang sudah di sediakan.
Siapapun yang berada di warung Kupi Kuli pasti tidak akan tahan untuk mengambil foto. Dapur yang instagramable ini sangat sayang jika di lewatkan.

My Favorite spot
Keluar dari pintu samping museum terdapat ruangan warna-warni dengan puluhan jendela. Uniknya, jendela ini ditempel di dinding dan langit-langit museum. 
Sedangkan di belakang museum terdapat ruang reading corner yang nyaman dan sangat bersih. Jika ingin masuk kedalamnya jangan lupa untuk membuka alas kaki terlebih dahulu.
Pergi kebagian paling belakang museum terdapat sebuah sekolah kecil seperti sekolah SD Muhammadiyyah Gantong. Sekolah ini merupakan sekolah gratis yang didirikan Andrea Hirata.
Sebelum ke bangunan sekolah gratis wisatwan akan melewati spot puisi kebun dan pameran lukisan abstrak yang banyak di pajang di sekitar dinding.
Setelah puas berkeliling Museum Kata Andrea Hirata aku jadi sadar, ternyata tidak selamanya museum harus dibangun menggunakan material yang mahal.
Museum juga tidak selamanya harus membosankan, melalui invovasi yang beda dan berani karya Andre Hirata, kini museum kata sukses mencuri perhatian banyak wisatawan dari berbagai mancanegara khususnya bagi mereka pecinta film Laskar Pelangi.
Tertarik mampir kemuseum sastra pertama yang ada di Indonsia ini ? langsung saja menuju alamat berikut : Jalan Raya Laskar Pelangi No.7, Gantong, Belitung Timur.
Seperti biasa, Video keseruan saat berkungjung ke Museum Kata Andrea Hirata dapat kamu tonton melalui VLOG Explore Belitong berikut ini.

Pastikan kamu like dan subscribe supaya tidak ketinggalan video ku berikutnya ehem :)

MASIH INGAT SEKOLAH LASKAR PELANGI ? BEGINI KEADAANYA SEKARANG - Explore Belitong


Beberapa hari yang lalu saat sedang pusing dikejar deadline, tiba-tiba ada telepon masuk dari nomor yang tidak kukenal. Biasanya sebelum mengangkat telepon aku nebak-nebak dulu siapa orang dibalik nomor tersebut.
Angkat ga ya ? angkat ga nih ? angkat aja deh.
A :Assalamualaikum...” Sapa ku lebih dulu.

B : "Waalaikumsalam, halo ini Khairulleon yaa?” Tanya beberapa orang diseberang sana. Sepertinya mereka pakai mode speaker, lalu di dengerin ramai-ramai.

A : Eh siapa nih ? rame amat” Aku bingung

B : “Selamat! kamu terpilih sebagai pemenang liburan ke Belitong! yaaay!” Teriak suara diseberang sana.

A : eh apa, gimana ?” Aku makin bingung, Jangan-jangan ini modus penipuan.

B : kita dari Kita.INA!” Oalah kita.INA toh, Akhirnya akupun sadar.
Yap! Kita.INA merupakna penyelenggara writing Competition yang aku ikuti bulan lalu.
Exited banget, pas lagi mumet-muemetnya dikejar deadline tiba-tiba dapet informasi menang lomba. Untuk kamu para pemburu lomba pasti tau deh gimana rasanya menang haha.
Jadilah seminggu setelahnya aku berangkat ke Belitong. Yaaay!

TIDAK TIDUR DEMI PESAWAT


Berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan, aku harus sampai di bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 04.00 pagi. Sedangkan jarak tempuh dari Bogor ke Bandara menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Itu artinya aku tidak boleh tidur malam, sebab aku orangnya kebluk, kalo udah tidur susah bangun muehe.
Sampai di bandara aku langsung bertemu dengan kedua rekanku yang merupakan pemenang sepertiku, yaitu Kang Bastian dari Bandung dan Mas Hendi dari Banjarnegara.
Waktu menunjukkan hampir pukul 5 pagi,  kami memutuskan untuk shalat subuh terlebih dahulu. Setelah itu dilanjutkan check in bersama mbak-mbak dari pihak Kita.INA yang kebetulan baru datang, yaitu mbak Ajeng dan mbak Diyang.

BANDARA SOEKARNO HATTA – BANDARA TANJUNG PANDAN

Setelah Check In Boarding Pass kami langsung menuju pesawat tanpa perlu menungu di Gate. Menyenangkan sekali naik pesawat tanpa delay, bahagia itu sederhana.
Setelah kurang lebih 45 menit terombang ambing diudara, akhirnya kami sampai di Bandara Tanjung Pandan atau nama lainya H.AS. Hanandjoeddin, Belitong. Beruntung sekali cuaca hari itu sangat cerah, malah kelewat cerah. Sampai-sampai aku harus menyipitkan mata karna silau oleh matahari.



FYI, Selama ini mungkin kita menyangka bahwa Bangka Belitung merupakan satu pulau yang sama, padahal sebenarnya berbeda loh. Bangka ya Bangka sedangkan Belitung ya Belitung.
Oleh karna itu, di Bangka Belitung terdapat dua bandara yang berbeda, yaitu Bandara H.AS. Hanandjoeddin di Tanjung Pandan dan Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang.
Walaupun keduanya memiliki destinasi wisata yang menarik, tetapi keduanya memiliki jarak yang lumayan jauh. Jadi pastikan kamu tidak salah saat booking tiket pesawat ya. Sebab pernah kejadian ada orang yang ingi berlibur ke Belitung tapi malah membeli tiket pesawat arah Bangka. Wah bisa berantakan deh liburanya.
Adapun maskapai kami mendarat di Bandara Tanjung Pandan. Yap kami memilih Belitong sebagai destinasi kami. Karna hanya Belitonglah segala hal tentang Laskas Pelangi dapat kami jumpai.

MIE BELITONG

Sebelum keluar dari Bandara Tanjung Pandan kami berfoto sejenak di salah satu spot sambil menunggu kang Bastian mengambil bagasi.
Setelah puas berfoto ria kami langsung disambut oleh seorang guide bernama Mas Rangga yang sudah menunggu di luar Bandara. Beliaulah yang akan menemani kami menjelajah Belitong sampai 3 hari kedepan.
Sepanjang perjalanan di Belitong terasa sangat mulus, rapih dan bersih. Kapasitas kendaraan di Belitong juga masih sedikit sehingga polusinya masih segar dan tidak ada istilah macet.
Berbeda halnya dengan jakarta atau Bogor di jam-jam sibuk seperti ini pasti jalan raya ramai oleh kendaraan, senggol dikit bacok.



Tidak beberapa lama perjalanan kami berhenti di rumah makan 'Mie Belitung Atep'.
“Rumah makan ini terkenal loh, disini kita akan makan mie khas Belitong” Ujar mas Rangga.
Akupun langsung memesan sepiring Mie Belitong dan segelas teh manis hangat. Terlihat di sekitar dinding terdapat bingkai foto para artis dan tokoh masyarakat yang pernah makan disini. Benar kata Mas Rangga, rumah makan ini sangat terkenal.
Aku sarankan jika kamu berlibur ke Blitong cobalah makan Mie Beliton, belum lengkap rasanya jika ke Belitong tapi tidak makan mie khas Belitong ini.

AKHIRNYA SAMPAI JUGA DI SEKOLAH LASKAR PELANGI !

Setelah mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan menuju Sekolah Laskar Pelangi. Untuk menuju lokasi ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan.
Cuaca di luar sangat panas, Padahal Jam masih menunjukkan pukul 10 pagi tapi rasanya seperti jam 12 siang. malas sekali rasanya harus keluar dari mobil.
Tidak beberapa lama bangunan sekolah laskar pelangi terlihat dari sisi jalan. Seketika panas matahari seakan hilang. Dengan tergesa-gesa, aku langsung berlari kecil menuju sekolah tersebut, Sekolah Laskar Pelangi.


Aku yakin hampir seluruh rakyat Indonesia pasti pernah membaca novel atau menonton film Laskar Pelangi. Sehingga kita tidak akan asing dengan wujud Sekolah Laskar Pelangi alias SD Muhammadiyah Gantong yang sangat fenomenal itu.
Bangunan ini memang biasa-biasa saja, sederhana, tidak ada yang spesial. Tetapi sejarah dibalik sekolah inilah yang membuatnya istimewa. Terlihat selama berada disini banyak sekali wisatawan yang berdatangan. Semakin siang semakin panas tapi juga semakin ramai.

Disekitar bangunan sekolah terhampar pasir putih yang sangat lembut. Bahkan lebih lembut dari tepung terigu. Cobalah pegang pasirnya jika kamu berkunjung kesini.



Ada rasa haru ketika memasuki 2 ruang kelas beralaskan pasir tersebut. Sekilas aku jadi teringat kembali adegan Bu Muslimah mengajar 10 murid mungil kesayanganya saat di film Laskar Pelangi.
Teringat saat ikal, lintang dan teman-temanya saling bercengkrama. Teringat saat Mahar sebagai tokoh favoriteku dengan merdunya menyanyikan lagu Bunga Seroja sambil memetik ukulele usangnya.

Tepat didepan Bangunan Sekolah terdapat papan nama bertuliskan ‘Replika Sekolah Laskar Pelangi’. Padahal menurutku, jika tulisan ‘replika’ nya tidak ditulis mungkin akan terkesan lebih menarik.
Atau boleh saja menuliskan kata ‘replika’ tetapi tidak perlu terlalu besar, dengan begitu Wisata Sekolah Laskar Pelangi akan terasa lebih real. Iya tidak ?

Setelah puas mengelilingi setiap sudut sekolah Laskar Pelangi, pengunjung dapat membeli beberapa buah tangan yang banyak di jual di dekat pintu masuk.
Disini juga terdapat beberapa fasilitas penunjang yang komplit seperti tempat parkir yang luas, rumah makan, galeri lukis, kamar mandi dan tempat shalat. Untuk tiket masuk sendiri dihargai Rp. 3000 rupiah saja.
Beberapa orang mungkin ada yang mengeluh karna objek wisata ini hanya sekedar bangunan tua, reot dan hanya ‘replika’ saja. Tetapi kalau kita berfikir lebih positif kawasan ini instagramable untuk koleksi foto yang ciamik.
Saran dariku, untuk mendapatkan foto yang bagus datanglah saat pagi atau sore hari saat pengunjung tidak terlalu ramai. Selain cuacanya bagus juga tidak terlalu mengantri.
Bagaimana, tertarik berkunjung ke Sekolah Laskar Pelangi yang sangat melegenda ini ?
Jangan lupa tonton VLOG DAY 01 selama aku di Belitong. Dalam VLOG ini tidak hanya Sekolah Laskar Pelangi yang aku kunjungi tapi juga Museum Andrea Hirata, Kampung Ahok, Klenteng Dewi Kuan Im, Pantai Burung Mandari dan Berburu sunset di Pantai Tanjung Dalem.

Selamat Menyaksikan, jangan lupa tinggalkan like, comment dan subscribe supaya aku bisa lebih semangat travelingnya wk.


Replika Sekolah Laskar Pelangi, Alamat: Jalan Laskar Pelangi, Pulau Belitung Timur 33462, Indonesia

TONTON VIDEO TERBARUKU !