KHAIRULLEON.COM

6 Rekomendasi Bar dan Restoran Rooftop Terbaik untuk Nongkrong di Jakarta


Khairulleon.com | Terlepas dari kemacetan sehari-hari, sebetulnya Jakarta merupakan kota yang cantik. Kamu boleh mengeluh dengan pembangunan gedung-gedung tinggi yang seolah tak ada habisnya, mulai dari mall, perkantoran, apartemen, hotel, dan sebagainya. Tapi tidak dapat dipungkiri kalau deretan gedung-gedung pencakar langit tersebut menciptakan pemandangan yang indah, terutama ketika hari sudah malam dan lampu-lampu mulai dinyalakan.

Cara terbaik untuk menikmati pemandangan tersebut tentunya dari lokasi dengan ketinggian tertentu. Kabar baiknya, Jakarta menyediakan cukup banyak restoran dan bar yang terletak di rooftop. Sambil menikmati pemandangan, perutmu pun tak akan terabaikan. Beberapa di antarnya bisa kamu cek di bawah ini.

Cloud Lounge & Living Room – Lantai 46 & 49 Plaza Office Tower

Kawasan M.H Thamrin memang banyak dipenuhi oleh gedung-gedung tinggi, salah satnya The Plaza. Di lantai 49, terdapat sebuah rooftop lounge bernama Cloud Lounge & Living Room. Untuk menuju ke sini, kamu harus melalui dua lift. Lift pertama akan membawa kamu dari lobby hingga lantai 46, lalu kamu harus menaiki lift lain untuk mencapai lantai 49. Begitu sampai, kamu akan langsung disambut oleh suasana yang classy dengan sofa-sofa berwarna merah berbentuk setengah lingkaran. Terdiri dari area indoor dan outdoor, Cloud Lounge & Living Room buka sejak pukul 16.00 sampai 02.00. Kalau mau open table, kamu harus menyiapkan uang sekitar Rp 4 juta. Cukup menguras kantong sih, tapi sepadan dengan makanan dan layanannya kok.

Karumba – Lantai 19 Hotel Mercure

Kamu tidak harus menginap di Hotel Mercure untuk bisa nongkrong di Karumba. Mau menginap di hotel murah di Jakarta sekali pun tidak akan jadi masalah. Mengusung konsep desain interior yang stylish dan hip, Karumba bisa menjadi tempat nongkrong bagi kamu yang punya budget terbatas. Ruangannya dikelilingi oleh jendela berukuran besar agar kamu bisa memandangi panorama landscape Jakarta Selatan. Spot favorit di karumba adalah tempat duduk di sekitar kolam kecil di pinggir jendela. Asiknya lagi, Karumba juga sering mengundang musisi-musisi terkenal seperti Barry Likumahua dan Rio Moreno Combo.
SKYE – Lantai 56 Menara BCA
Kamu yang hobi nonton konser pasti sudah tidak asing dengan nama Ismaya Live, promotor yang cukup sering membawa musisi-musisi internasional untuk tampil di Indonesia. Nah, sama seperti Ismaya Live, SKYE juga berada di bawah naungan Ismaya Group. Mengingat lokasinya yang terletak di lantai 56, siap-siap saja dibuat terpukau dengan city view-nya yang luar biasa keren. Di area outdoor-nya bahkan terdapat sebuah kolam renang, jadi kamu bisa main air sambil sekaligus memandangi gemerlap lampu-lampu kota yang menghiasi Jakarta. Makanan yang disajikan di SKYE cenderung bernuansa western. Kalau mau nongkrong di sini, setidaknya kamu harus menyiapkan budget sebesar Rp 400.000.
BART (Bar on the Rooftop) – Lantai 7 ARTOTEL

Kalau ingin nongkrong di atas ketinggian dengan nuansa agak homey, maka BART merupakan pilihan yang tepat. Kesan artsy akan langsung kamu dapatkan begitu masuk ke BART. Hal ini tidak mengherankan karena ARTOTEL, hotel di mana bar ini berada, memang dikenal sebagai penginapan dengan desain yang tidak biasa. Tapi kamu tidak harus menginap di ARTOTEL, kok. Kamu yang tempat tinggalnya jauh bisa saja menginap di hotel murah yang berada di dekat ARTOTEL M.H Thamrin ini. BART juga cukup sering mengadakan program DJ Midnight Show. Jadi bisa dipastikan tempat ini akan sangat ramai saat malam minggu.
Soupanova Ecosky – Lantai 23 GKM Tower
Restoran rooftop satu ini memiliki dekorasi yang benar-benar unik karena mengangkat tema roof garden. Tanaman yang dipajang di sini pun asli, bukan hanya pajangan plastik. Apabila dibandingkan dengan restoran rooftop lain, Soupanova Ecosky memiliki harga yang jauh lebih terjangkau. Itulah kenapa tempat ini hampir selalu dipenuhi oleh anak mudah Jakarta, baik untuk nongkrong, meeting, atau sekadar menyaksikan sunset dari ketinggian. Sementara itu, menu makanannya didominasi oleh masakan jenis western dan Italia. Karena lokasinya yang cukup tinggi, Soupanove Ecosky menawarkan salah satu city view terbaik di Jakarta.
La Vue – Lantai 9 The Hermitage Hotel
Tempatnya memang tidak terlalu tinggi apabila dibandingkan dengan restoran rooftop lainnya, tapi La Vue mampu memberikan salah satu pemandangan sunset terbaik di Jakarta. Jadi, sebaiknya kamu ke sini saat menjelang senja agar bisa sekalian berburu sunset. Nah, karena lokasi yang tidak terlalu tinggi, hembusan angin yang ada di La Vue juga tidak terlalu besar sehingga enak dijadikan tempat untuk mengobrol santai. Suasananya pun cukup private karena lahannya memang tidak terlalu besar. Tenang, kamu tak harus menginap di The Hermitage Hotel, kok. Cari saja penginapan murah di sekitar La Vue jika memang kamu membutuhkan tempat dekat untuk beristirahat setelah puas menghabiskan waktu di sini.

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menikmati Kota Jakarta. Salah satunya adalah dengan nongkrong di restoran rooftop untuk memandangi city view ibu kota yang begitu megah. Keenam bar dan restoran di atas bisa kamu jadikan pertimbangan. Bagi yang tidak tinggal di Jakarta, agar budget tidak cepat habis, kamu bisa menginap selama 1-2 malam di salah satu akomodasi murah di Jakarta, tergantung dari lokasi restoran rooftop yang ingin kamu datangi.

SENSASI MENGINAP DI DALAM KONTAINER, Mau coba ? yuk ke HAU Citumang Pangandaran


Khairulleon.comJaman sekarang sangat banyak hal unik yang dapat kita temui mulai dari makanan, hiburan, sampai tempat penginapan. Mungkin kamu pernah melihat hotel berbentuk kapsul di Jepang atau hotel ala-ala film Hobit di New Zealand. Tapi pernahkah kamu melihat penginapan berbentuk kontainer ?
Nah, kali ini aku akan mengajak kalian merasakan sensasi menginap di dalam kontainer. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri karna lokasinya ada di negeri kita tercinta tepatnya di Pangandaran, Jawa Barat.
--------------
Berawal dari event family gathering Travel Blogger, alhamdulillah aku memiliki kesempatan untuk have fun bareng di Pangandaran seperti bermain Body rafting, berendam di Curug Lampeng dan juga menginap di kamar kontaner Hau Eco Lodges Citumang.
Adapun di postingan kali ini aku hanya menceritakan pengalamanku saat menginap di HAU Citumang saja, sedangkan keseruan lainya akan ku sambung di postingan berikutnya. Jadi pastikan kamu follow aku supaya ga ketinggalan ceritaku berikutnya :)
SENSASI MENGINAP DI DALAM KONTAINER HAU ECOLODGES CITUMANG
Pangandaran merupakan tempat yang kaya akan wisata, seperti wisata pantai ataupun wisata green canyon yang sudah sangat melegenda. Namun, baru kali ini loh aku mendengar wisata HAU Citumang. kamu juga kah ?
Oleh karna itu saat dalam perjalanan di kereta menuju pangandaran, aku searching terlebih dahulu segala hal tentang HAU Citumang. Hingga tak terasa keretaku sudah sampai di stasiun Banjar yang merupakan meeting point bersama teman-teman blogger lainya.
Stasiun Banjar with Travel Blogger
Sampai di stasiun Banjar kami langsung berkenalan satu sama lain. Sebagian sudah kukenali saat mengikuti event Amazing Petung National Explore di Pekalongan sebulan lalu.

Wefie bareng emak-emak Blogger

Dari stasiun kami melanjutkan perjalanan menuju HAU Citumang menggunakan mobil elf. Adapun Jarak dari stasiun Banjar ke HAU Ctumang menempuh waktu sekitar 2 Jam.
Tidak banyak yang kami lakukan di mobil, kalau tidak wefie ya main smartphone. Aku sendiri lebih memilih tidur, hingga tak kerasa tau-tau sudah sampai di halaman depan HAU Citumang.

O iya kalo kamu datang tidak menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa menggunakan transportasi online yang belum lama ini beroperasi. Atau bisa juga menggunakan charter mobil dengan harga sekitar Rp. 500.000.
Travel Blogger di Halaman Depan HAU Eco Lodges Citumang
Masuk kedalam kawasan HAU Citumang aku langsung melihat bangunan-bangunan kotak berbentuk kontainer. Tidak hanya kamar-kamarnya saja, sarana lainya juga berbentuk kontainer loh. Lihat saja bangunan resepsionis berikut ini. Unik ya.

Ruang resepsionis
Saat itu kawasan HAU Citumang terlihat sepi bahkan tidak ada pengunjung lain selain kami. Sehingga kami tidak perlu khawatir kehabisan kamar.
HAU Citumang memang belum lama dibangun sehingga masih sedikit pengunjungnya. Namun, untuk kamu yang ingin menginap disini ada baiknya reservasi terlebih dahulu dari jauh-jauh hari, karna aku sangat yakin tidak akan lama lagi penginapan kontainer ini akan banyak peminatnya.
Jadi jangan sampai kamu sudah jauh-jauh ke HAU Citumang tetapi gagal menginap gara-gara kehabisan kamar :(
MAKAN DI RESTORAN PINGGIR SUNGAI

RiverSide Kitchen
Sebelum ke kamar, kami menikmati sajian makan terlebih dahulu di River Side Kitchen. Sesuai namanya, restoran ini berada tepat di samping Sungai Citumang. Untung saja sungainya jernih dan bersih jadi tidak akan merusak selera makan.

Makan sambil menikmati gemericik air sungai di bawahnya
Restoran HAU Citumang memang sederhana, tetapi tempatnya higienis dan instagramable. Namun yang terpenting adalah menu makananya enak-enak. Kamu harus coba makan disini ya guys.
Salah satu menu favorite di HAU Eco Lodges Citumang
Setelah kenyang aku segera menuju kamar untuk beristirahat. Namun sebelum itu aku menyempatkan diri untuk keliling terlebih dahulu di area HAU Citumang.

Rasanya tidak bisa tidur kalau belum menuntaskan rasa penasaran terhadap HAU Citumang. Melihat gambar-gambar di internet saja tidak cukup. Aku harus melihatnya langsung secara live.
APA SIH MAKNA HAU CITUMANG ITU ?

Sebelum kita mereview lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu makna HAU Citumang  itu sendiri.

HAU merupakan singkatan dari 'How Are You'. Yang merupakan sapaan hangat yang sering kita dengar tiap hari. Namun, menurut Pak Hendra selaku owner HAU Citumang, HAU juga memiliki beberapa filosofi diantaranya yaitu:
1. Dalam suku sunda ‘Hawu’ berarti tungku yang berfungsi sebagai alat memasak sekaligus memberi kehangatan. HAU Citumang diharapkan dapat memberi kehangatan bagi siapapun yang berkunjung.

2. Hao dalam bahasa mandarin () berarti ‘baik’. Seperti menanyakan kabar :

‘Ni hao ma’ (你好吗 ?) hai bagaimana kabarmu ?
‘wo hen hao xie xie’ (我很好谢谢) Aku sangat baik, terimakasih.
Nah, dengan hadirnya HAU Citumang ini diharapkan mampu memberi kebaikan bagi setiap insan.

*Akhirnya kepake juga ilmuku setelah 2 taun belajar bahasa Mandarin ahahay.

Sedangkan penambahan kata ‘Eco Lodges’ menandakan bahwa penginapan ini berkonsep glamping atau penginapan alam. Terlihat kamar-kamar kontainer ini didirikan di area hutan, jadi sangat terasa sekali suasana alamnya.
MENGAPA HARUS BERBENTUK KONTAINER ?

Kamar unik berbentuk kontainer
Inspirasi bisa datang dari mana saja, salah satunya dari mobil kontainer.
Pak Hendra melihat bahwa kontaiener merupakan mobil yang fleksibel, disatu sisi dipakai untuk kerja proyek dan di sisi lain bisa digunakan sebagai tempat tinggal. Dari sinilah akhirnya Pak Hendra berinisiatif membangun penginapan unik berbentuk kontainer seperti yang kita lihat saat ini.
Awalnya aku sempat bingung, bagaimana caranya memasukkan peti kontainer itu kedalam hutan ? apakah tidak merusak lingkungan sekitar ?
Ternyata eh ternyata kontainer ini awalnya hanya berupa potongan-potongan saja, setelah itu baru disusun menjadi bentuk kontainer. Seperti menyusul lego gitu.
Namun, penyusunannya tidak boleh sembarangan, dibutuhkan tenaga khusus yang menanganinya. Sehingga tidak salah, melauli tangan-tangan para ahli lempengan ini dapat disulap menjadi kamar kontainer yang kokoh dan artistik.

Jajaran kamar kontainer yang penuh warna
Saat ini kamar kontainer di HAU Citumang berjumlah 10 buah, rencana kedepanya akan ditambah lagi sampai lahan yang kosong terisi penuh namun tanpa harus merusak alam.
Terlihat jarak di antara satu kamar dengan kamar lainya berjauh-jauhan, hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kamar dengan pertumbuhan Pohon, jangan sampai ada satupun pohon yang ditebang.
BEGINI KEADAAN DALAM KAMAR KONTAINER HAU CITUMANG

Posisi wuenak
Masuk kedalam kamar terdapat satu kasur besar untuk dua orang dan satu kasur kecil untuk satu orang. Jadi dalam satu kontainer dapat diisi oleh tiga orang.
Ukuran kamarnya tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil yaitu sekitar 4x6m. Walaupun begitu fasilitas yang ditawarkan tidak kalah dengan hotel berbintang, seperti AC yang semriwing, televisi saluran internasional dan kamar mandi yang mewah.
Bener deh aku ga bohong, kamar mandi di sini mewah banget, kucuran showernya sesuai indikator. aku saja betah berlama-lama di sini haha.


Kamar mandinya juara
Oh iya, pembuangan limbah di HAU Citumang di olah terlebih dahulu menggunakan teknologi BIO. Sehingga air limbah yang tadinya kotor dapat berubah menjadi air bersih yang aman untuk ekosistem lingkungan.


Dekorasi quote seperti feed instagramku
Di pojok sudut kamar terdapat dekorasi berupa lukisan. Sebetulnya lukisan tiap kamar berbeda-beda, ada juga lukisan typography berupa quote. Sedangkan disamping kamar terdapat jendela lebar yang berfungsi untuk melihat pemandangan di luar.
Jika memesan kamar dekat sungai kamu akan melihat pemandangan sungai Citumang yang jernih. Dan saat tidur kamu akan mendengar gemericik suara air yang menenangkan.
SPOT SANTAI

My favorite place
Ada satu spot favorite yang sering ku pakai untuk santai-santai yaitu di bagian tengah HAU Citumang. Disini ada beberapa bean bag yang nyaman banget untuk di tidurin. Biasanya spot ini sering kami pakai untuk kumpul-kumpul.



BeanBag nya ingin ku bawa pulang ya Allah
Saat siang hari tempat ini masih tetap nyaman karna banyak pepohonan sehingga tetap terasa adem. Namun pada malam hari kurang asik karna banyak nyamuk haha. Wajar lah namanya juga di alam.
SPOT SELFIE



Masuk lebih dalam kebelakang terdapat spot selfie dalam berbagai macam bentuk. Spot selfie ini instagramable banget karna bagroundnya langsung menjurus ke sungai Citumang dan bendungan air.
Sungai disini airnya jernih jadi tetap aman dipakai berenang. Kamu juga bisa menggunakan bebek-bebekan untuk main-main di atas bendungan air yang bertingkat-tingkat.








HOW TO GET THERE ?
Ada yang tertarik menginap di HAU Eco Lodge Citumang ? langsung saja datang ke: Sukamanah RT 1/Rw 6, Bojong, Parigi, Pangandaran, Jawa Barat 46393.

Adapun biaya penginapannya yaitu Rp.750.000 saat weekdays dan Rp.1.000.000 saat weekend. 

Menurutku harga yang ditawarkan sangat sepadan dengan layanan yang di berikan. Namun, masih ada beberapa fasilitas yang harus dibenahi seperti jaringan internet yang minim dan wifi yang kebetulan masih dalam tahap pemasangan.

Tapi sejauh ini, HAO Ecolodges Citumang sangat recommendek kok untuk disinggahi.

So, jika ingin menginap sebaiknya reservasi terlebih dahulu untuk mengantisipasi supaya kamu ga kehabisan kamar. Pemesanan bisa melalui kontak Pak Erry (0813-2012-0999) atau lewat Traveloka.com

Jangan lupa juga follow semua sosmed HAU Citumang untuk mengetahui segala informasi terupdate. Facebook | Instagram | Twitter
POSTINGAN KALI INI SUDAH AKU RANGKUM DALAM VLOG BERIKUT, YUK DI TONTON !


Gimana, tertarik ingin merasakan sensasi tidur di kontainer ? yuk kita ke HAU Citumang !

MERCUSUAR, BATU RAKSASA DAN PESONA BAWAH LAUT DI PULAU LENGKUAS - BELITUNG


Khairulleon.com | Satu pertanyaan yang kerapkali muncul di kolom komentar saat aku menjelajah Pulau Belitung adalah :


“Bang, lagi di Belitung ya ? Jangan lupa ke Pulau lengkuas!”
“Kak, ke Pulau Lengkuas ga ?”
“Mampir ke Pulau Lengkuas Bro! Bagus Loh!”

Well, well, well, Tidak perlu khawatir, aku mampir ke Pulau Lengkuas ko. Sungguh rugi jauh-jauh ke Belitung tapi tidak mampir kesana. Pulau Lengkuas memang sudah jadi pimadona wisata di Pulau Belitung.

So, sesuai janjiku ke kalian semua. Kali ini aku akan menceritakan perjalananku saat ke Pulau Lengkuas. Sudah siap ? yuk di scroll.
HOW TO GET THERE

Pulau Lengkuas berada di sebelah utara Pantai Tanjung kelayang tepatnya di kecamatan sijuk, Kab. Belitung. Sehingga untuk mencapai pulau ini kita bisa memulainya melalui Pantai Tanjung Kelayang menggunakan perahu.

Saat menuju Pulau Lengkuas kamu akan melewati beberapa pulau mungil nan cantik yaitu Pulau Batu Berlayar dan pulau Pasir. Mampirlah kepulau-pulau tersebut, keindahanya sangat sayang jika dilewatkan.

Sekitar setengah jam terombang-ambing di lautan akhirnya kami sampai di Pulau Lengkuas. Pemandangan indah batuan granit dan mercusuar yang sangat melegenda sudah terlihat dari kejauhan.
APA SIH PULAU LENGKUAS ITU ?

Sebetulnya nama Pulau Lengkuas masih sangat asing di telingaku, namun saat melihat batuan besar dan mercusuar yang masih bediri kokoh aku baru sadar ternyata ini toh tempat wisata Belitung yang hukumnya fardu ain alias wajib untuk di kunjungi.

Pantas saja banyak netizen yang menyarankanku untuk datang ke sini. Tidak heran Pulau Lengkuas menjadi destinasi yang sudah terkenal hingga mancanegara, bahkan kalender di rumahku seringkali menampilkan wallpaper Pulau Lengkuas dalam ukruan besar. Kita tunggu saja apa tahun besok aku akan mendapatkan kalender bergambarkan pulau Lengkuas lagi atau tidak.

So, jika kamu melihat gambar ikon Pulau Belitung berupa mercusuar dan bongkahan batu Granit yang berserakan itu namanya Pulau Lengkuas.
KESAN PERTAMA DI PULAU LENGKUAS ?

Sampai di Pulau Lengkuas aku langsung lompat dari perahu dan berlari-lari kecil di atas pasir yang putih. Hingga saat ini aku masih heran mengapa pasir di Pulau Belitung terasa lembut dan enak di sentuh. Berjalan di atas pasir dengan bertelanjang kaki menjadi ritual wajib yang sering kulakukan.

Jam menunjukan pukul 12 siang, matahari berada tepat di ubun-ubun. Cuaca panas tidak menyulutkanku untuk menjelajah setiap sudut pulau lengkuas.

Sebetulnya tidak butuh waktu lama untuk berkeliling di Pulau Lengkuas, hanya sekitar 20 menit saja kita sudah bisa muter-muter pulau dari ujung ke ujung.

Pulau lengkuas memang termasuk Pulau yang kecil, tapi masih lebih besar dari pulau-pulau yang sebelumnya kukunjungi yaitu Pulau Batu Berlayar dan pulau Pasir.

Saat di Pulau Lengkuas ada satu aktifitas wajib yang harus ku lakukan yaitu naik keatas mercusuar dan melihat pesona pulau lengkuas dari ketinggian. Dari dulu aku memang selalu membayangkan bagaimana rasanya masuk kedalam mercusuar saat aku memandangi wallpaper Pulau Lengkuas di Kalender rumah.
SENSASI MELIHAT PEMANDANGAN DARI ATAS MERCUSUAR


Mercusuar di Pulau Lengkuas merupakan daya tarik utama yang wajib dikunjungi. Selain cantik mercusuar ini juga memiliki nilai historik.

Dulu pada tahun 1882 kolonial Belanda membangun mercusuar ini untuk menuntun lalu lintas kapal yang melewati atau keluar masuk pulau Belitung.
Sampai saat ini mercusuar dengan ketinggan 70 meter dengan jumlah 18 lantai ini masih berfungsi dengan baik sebagai navigasi laut bagi nelayan di Belitung.

Meskipun sekarang peralatan kapal sudah sangat canggih, namun beberapa nelayan ddi Belitung masih banyak yang menggunakan perahu tradisional. Sehingga mercusuar ini dapat membantu mereka ketika ingin kembali dari laut pada malam hari.

Selain sebagai alat bantu navigasi, mercusuar ini juga dijadikan sebagai tempat wisata. Siapapun bisa masuk kedalam mercusuar dan menikmati pemandangan Pulau Lengkuas dari segala sisi (360 derajat).

GAGAL NAIK KEATAS MERCUSUAR


Ketika ingin masuk kedalam Mercusuar, aku mendapatkan info bahwa bangunanya sedang di tutup untuk umum, sepertinya sedang ada perbaikan. Sehingga impianku naik keatas mercusuar harus tertunda.

Semoga suatu saat aku punya kesempatan lagi untuk ke Belitung dan naik keatas mercusuar sambil melihat pemandangan pantai berpasir putih berpadu harmonis dengan Batu-batu granit raksasa berwarna putih dibalut air laut yang jernih berwarna hijau disekelilingnya.
BATU GRANIT RAKSASA

Merasa sedih tidak bisa masuk kedalam mercusuar akhirnya aku lampiaskan kesedihanku untuk main-main diatas batu granit yang banyak berserakan di sekitar pulau Lengkuas.

Batu granitnya ada berbagai macam bentuk dari ukuran yang kecil sampai ukuran yang sangat besar. Akupun segera mencari spot yang instagenic berupa tumpukan batu yang paling banyak dan paling besar.


Sebelum menuju ke bebatuan granit aku melewati air laut yang sedang surut. Tinggi airnya hanya seengkul sehingga aku bisa melihat dengan jelas keadaan dalam air yang jernih.

Senang sekali bisa menyaksikan ikan-ikan lucu yang berlalu lalang, rumput laut yang bergoyang atau melihat biota lainya yang tidak dapat kusebutkan namanya satu persatu namun tidak mengurangi rasa hormatku sedikitpun. *lah pidato

Sampai di bebatuan granit aku langsung memanjat dan mencari spot yang bagus untuk mengambil foto. Sejauh ini foto dengan belakang mercusuar menjadi pilihan favoriteku. Lihat, tampak sempurna bukan ?


AYO SNORKELING DI PULAU LENGKUAS

Puas bermain diatas bebatuan kami beristirahat sejenak di salah satu warung kecil untuk menikmati kelapa segar. Setelah itu perjalanan kami lanjutkan menuju spot snorkeling yang berada tidak jauh dari Pulau Lengkuas.

Sebelum berenang kedalam air, aku mengenakan alat snorkling dan menyiapkan kamera underwater untuk merekam keindahan bawah laut Pulau Belitung. Ku harap ekosistem dan terumbu karangnya masih bagus dan terawat.

Nah sekarang, ayo kita snorkeling !



Alhamdulillah dugaanku benar, surga bawah  laut di Pulau lengkuas masih bagus dan terawat. Terumbu karangnya juga masih kokoh. Sehingga banyak biota laut yang hidup disini.

Satu pengalaman yang tidak bisa kulupakan saat snorkeling disini adalah aku bisa melihat ribuan ikan mungil dan cantik berenang disekitarku.

Biasanya untuk memancing ikan-ikan supaya mendekat yaitu dengan menggunakan biskuit atau roti. Terbukti saat aku memasukkan remahan biskuit kedalam air ikan-ikan langsung megerubungi tanganku.

Namun sayang, belakangan ini aku baru tahu ternyata perbuatanku salah. Memberi makan ikan dilaut sama artinya kita membunuhnya. Loh ko bisa ?
MEMBERI MAKAN IKAN HANYA AKAN MEMBUNUHNYA

Memberi makan ikan dapat merusak kesimbangan ekosistemnya karena akan mengalihkan ikan dari sumber makanan alaminya.

Padahal secara alamiah, ikan yang hidup di laut bisa mencari makananannya sendiri tanpa harus diberi makan karena laut penuh dengan sumber nutrisi.

Selain itu kita tak pernah tau apa kandungan yang ada di dalam makanan ikan yang kita berikan pada ikan. Roti mengandung ragi saaj dapat merusak terumbu karang. Sedangakn terumbu karang yang rusak butuh berpuluh-puluhtahun lamanya untuk kembali pulih.

Atau umpan pelet yang kita berikan pada ikan di laut juga mengandung senyawa kimia yang tidak cocok bagi ikan yang mencari makan secara alami.
Nah mulai sekarang ayo kita snorkeling secara bijak.
PESONA PULAU LENGKUAS DAN KEINDAHAN BAWAH LAUTNYA BISA KAMU TONTON DI VLOG BERIKUT :



Jangan lupa sumbangkan like dan subscribe ya !

PULAU PASIR BELITUNG, PULAU MUNGIL DENGAN SEJUTA KEINDAHAN


Khairulleon.com | Masih di Pulau Belitung, kali ini aku akan mengajak kalian jalan-jalan ke Pulau Pasir.

Jika kamu mengikuti perjalananku di Blog ini, kamu pasti sudah tahu kalau sebelumnya aku pergi terlebih dahulu ke Pulau Batu Berlayar. Nah, dari pulau tersebut aku langsung melanjutkan perjalanan menuju Pulau Pasir.

Letak Pulau Pasir sangat berdekatan dengan Pulau Batu Berlayar, hanya beberapa menit saja aku sudah bisa menjejakkan kaki di atas Pulau Pasir yang cantik.

MENGAPA DINAMAKAN PULAU PASIR ?


Sebetulnya nama lain pulau ini yaitu Pulau Gusung, namun orang-orang lebih mengenalnya dengan Pulau Pasir. Sebab sejauh mata memandang yang terlihat hanya hamparan pasir.

Sekilas pulau ini mengingatkanku dengan Pulau Gusung Sanggalau yang ada di Derawan atau Pulau Tanjung Putus yang ada di Lampung, dimana pulaunya hanya akan terlihat jika air laut sedang surut, namun jika sedang pasang pulaunya akan hilang tertutup air.

Bedanya, ukuran Pulau Pasir sangat mungil, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mengelilingi pulau tersebut. Namun, walaupun ukurannya kecil tetapi pulau ini memiliki keindahan yang tiada tara.

Nah, jika kamu ingin main-main ke Pulau Pasir datanglah saat musim panas yaitu sekitar bulan April-September. Jika kamu datang pada musim hujan bisa jadi Pulaunya akan tenggelam.

Namun jika kamu kamu tidak memiliki kesempatan untuk ke Pulau Pasir kamu masih bisa menikmati keindahan di Pulau Lengkuas dengan mercusuar yang sangat melegenda.

APA YANG BISA KAMU LAKUKAN DI PULAU PASIR ?


Saat berada di pulau pasir kita akan dimanjakan dengan pemandangan air laut berwarna hijau plus biru langit yang bersih menjadikan pesona Pulau Pasir terlihat semakin cantik.

Selain itu gundukan pasir di pulau ini juga sangat lembut dan putih sehingga sangat cocok untuk berfoto-foto atau berguling-guling, yah terserah kamu deh.

Selain berfoto ria, kamu juga bisa bermain bersama bintang laut maupun biota lainya yang ada di pulau ini. Sayangnya saat itu aku tidak dapat menemukan satupun hewan laut, sepertinya itu bukan hari keberuntunganku.

Tapi tidak mengapa karna aku sudah pernah selfie bareng bintang laut di Pulau Derawan, cek saja kalo tidak percaya.




Tidak banyak yang aku lakukan di Pulau Pasir, foto-foto juga seadanya. Mengingat banyak turis yang pakai baju kurang bahan hehe. Tetapi aku sudah sangat puas karna jarang-jarang bisa menemui pantai yang cantik seperti ini.




Oke, mungkin ini saja catatan perjalanan yang bisa aku sampaikan, semoga tulisan singkat ini bisa memberi manfaat ya. 

Sampai jumpa di explore belitung selanjutnya. Pastikan kamu tonton vlog berikut ini supaya benar-benar merasakan langsung liburanku saat di Pulau Belitung.




Jangan lupa sumbangkan like dan subscribe yak !

MY NEW VLOG