NASIB IBU KANTIN SEKOLAH DITENGAH PANDEMI


Guys! Kalian sedih gak sih dengan kemunculan virus covid 19?. Pasti sedih banget dong ya, soalnya pandemi ini telah memberikan dampak yang luar biasa bagi setiap lapisan masyarakat. Kini kita semua harus menjalani kehidupan new normal yang entah sampai kapan akan berakhir.

 

Ibuku adalah salah satu dari sekian orang yang terkena dampak Covid 19. Gara-gara pandemi ini dia kena PHK masal dari salah satu pabrik garmen pakaian di Bogor. Padahal dia sudah bertahun-tahun kerja di pabrik tersebut.

 

Untuk membantu ibuku tetap berkegiatan, aku berencana membuat warung jajanan kecil di depan rumah. Semoga melalui ikhtiar sederhana ini ibuku bisa mendapatkan penghasilan lagi, amiiin. :)

 

O iya, ternyata dampak Covid 19 juga dirasakan oleh para pedagang di kantin sekolah loh. Bayangkan saja selama pembelajaran sekolah 'dipindah' ke rumah, kantin sekolah jadi tidak beroperasi lagi.

 

Awalnya aku tidak terlalu peka terhadap isu ini, tetapi setelah mengetahui kalau Danone SN Indonesia mengadakan ‘pelatihan wirausaha untuk ibu kantin dengan memanfaatkan teknologi digital’ aku jadi sadar kalau para pengelola di kantin sekolah juga perlu diperhatikan.


DARI BISNIS OFFLINE BERALIH KE ONLINE


Sejak tahun 2011, Danone SN Indonesia melalui Sarihusada sudah rutin melakukan binaan kepada ratusan pengelola kantin di sejumlah Sekolah Dasar di Indonesia yang dahulu diberi sebutan Ibu Warung Anak Sehat (IWAS).

 

Dari program ini, sudah ada banyak ibu pengelola kantin yang mendapatkan peningkatan pendapatan hingga lebih dari 50% dan telah memberikan manfaat kepada 1.092 anggota keluarganya. Wow keren banget ya?!.

 

Namun, saat pandemi melanda pendapatan para ibu pengelola kantin turun drastis karna mereka tidak dapat berjualan lagi disekolah, kini ibu pengelola kantin mulai beralih menjual homemade food dan menjajakannya secara door to door maupun online.

 

Perubahan sistem jual beli secara digital ini ternyata masih menjadi kendala bagi para ibu pengelola kantin. Banyak dari mereka yang membutuhkan pengetahuan dan pelatihan dalam berbisnis dan memasarkan produk secara daring. Memang sih menjual barang secara online itu tidaklah mudah. Selain ada banyak saingan, berjualan secara online juga harus tahu strateginya agar bisa kebanjiran orderan.

 

Musibah memang tidak bisa diprediksi, tapi sebaiknya kita jangan lari. Justru sebaliknya harus berfikir kreatif dan memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik mungkin.


PELATIHAN BISNIS SECARA DARING UNTUK IBU KANTIN

Pelatihan bisnis secara digital ini disambut baik oleh Danone SN Indonesia dalam program Women Will, sebuah inisiatif Grow with Google yang berfokus pada program digital untuk pemberdayaan ekonomi wanita di seluruh dunia, sehingga mereka dapat berkembang dan berhasil. Silakan cek di sini untuk informasi program Grow with Google lainnya.


Connie Ang, CEO Danone Specialized Nutrition Indonesia menjelaskan, “Kegiatan sekolah yang sangat minim membuat para ibu pengelola kantin sehat harus bekerja keras agar tetap bisa mendorong pemulihan ekonomi keluarga. Padahal, mereka juga berperan dalam menyediakan pangan sehat bagi pelanggan maupun keluarganya. Danone SN Indonesia meyakini bahwa dampak positif bisnis dan sosial harus berjalan secara bersamaan. Maka dari itu, kami terus menjaga sarana diskusi dengan ibu pengelola kantin sehat, hingga memberikan akses pelatihan pemanfaatan platform digital untuk membantu usaha mereka.”


Pada bulan oktober ini Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia telah melakukan pelatihan kepada 50 binaan Ibu Pengelola Kantin Sekolah Generasi Maju. Pelatihan ini masih akan terus berlanjut ke pengelola kantin lainnya di bulan-bulan berikutnya.

 

Pelatihan ini memberikan edukasi dan wawasan digitalisasi untuk mampu beradaptasi dan pengembangan bisnis UMKM perempuan kepada para pengelola kantin sekolah agar dapat menjangkau konsumen dengan efektif tentunya dengan memperhatikan kualitas makanan dengan asupan nutrisi sehat.


Tak hanya itu, Danone SN Indonesia juga telah mendistribusikan dukungan senilai lebih dari 1 Miliar Rupiah kepada 234 perempuan penggiat kantin sekolah aktif di Ambon, Bandung, Bogor, dan Yogyakarta yang mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi.


APA KATA MEREKA?


Sebelum aku akhiri tulisan ini, berikut ada testimony dari ibu Nuriyani Rahayu, Salah satu Ibu Kantin Sekolah Generasi Maju di Yogyakarta: “Situasi saat ini menuntut kami untuk menjadi semakin kreatif di tengah kompetisi dan jumlah penjualan yang tidak pasti. Di luar tantangan tersebut, kami tetap berkomitmen untuk memprioritaskan kualitas produk yang sehat bagi konsumen daripada hanya kuantitas. Saya merasa bersyukur Danone SN Indonesia terus memberikan dukungan di luar kantin  sekolah, termasuk pelatihan mengenai strategi bisnis, pemasaran, hingga pelatihan finansial. Kami bangga bisa menjadi bagian dari upaya mengubah pandangan masyarakat luas mengenai nutrisi.”


Semoga seluruh upaya yang dilakukan Danone SN Indonesia dapat membantu ibu pengelola kantin sehat untuk terus menghadirkan pangan sehat untuk pelanggan dan juga untuk keluarganya di rumah.

 

1 komentar:

  1. Bena sekali
    Menjual barang online itu tidak mudah
    Saya yang sudah lama punya toko di marketplace saya, sampai kini belum terisi juga
    Ditempat saya juga begitu, yang biasanya jualan di kantin sekolah, kini sudah hampir setahun tak kunjung bisa berjualan
    Tertekan pikiran

    BalasHapus

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search