SEHARI DI PULAU KOMODO, NGAPAIN AJA?


Hari masih gelap tapi alarmku sudah merengek. Well, ternyata sudah masuk waktu subuh. Biasanya disaat seperti ini aku mendengar suara ayam berkokok, tetapi karna sedang berada di tengah lautan jadi aku cuma mendengar suara ombak.

Aku pun segera bangun dan pergi ke kamar kecil untuk  mengambil air wudhu, lalu bergegas menuju atap kapal untuk shalat shubuh. Yap! Atap kapal sudah kujadikan mushola official untuk shalat.

Sebelum memulai takbir, aku buka dulu aplikasi kompas di ponselku. Tujuannya untuk mencari arah kiblat. Selama tinggal di kapal, arah kiblat memang selalu berubah-ubah, jadi cuma kompas satu-satunya penolong. Andai aku bisa mengerti arah mata angin hanya dengan melihat rasi bintang, pasti seru tuh kayak Moana.

Pemandangan Labuan Baju di pagi hari
Usai shalat subuh aku tidak beranjak kemana-mana, aku duduk sambil menunggu jodoh matahari terbit. Pelan tapi pasti, matahari mulai menampakkan sinarnya. Pemandangan di sekeliling kapal mulai terlihat, gugusan pulau berwarna coklat disinari semburat matahari pagi menjadi pemandangan yang menakjubkan.

Menyaksikan sunrise di Labuan Bajo memang selalu menarik, apalagi kalau dilihat dari Pulau Padar, wadidaw bisa-bisa terhipnotis gak mau pulang.


SARAPAN PAGI DI KAPAL PINISI

Makanan di kapal pinisi Labuan Bajo
Pagi ini semua penghuni kapal sudah terbangun, sebab mesin kapal sudah kembali dinyalakan jadi mau ga mau harus bangun karna suara mesinnya berisik banget coy hehe. Jika malam hari, mesin kapal memang selalu dimatikan supaya tidur kita nyenyak. Jadi kapal dibiarkan terombang ambing gitu dilautan, tepatnya di dekat pulau kambing sih.

Enak ya hewan di sini sudah punya pulau. Kalah manusia.

Tak lama aku mendengar suara riuh dari lantai dua. Saat aku intip ternyata para penumpang sedang berebutan menyantap sarapan pagi. Aku pun langsung loncat dari lantai 3.

Sate komodo, ga ding ini sate ayam hehe
Seperti biasanya, menu makanan pagi ini sangat menawan dan delicious!. Ga ngerti lagi sama chef di kapal ini kok bisa-bisanya bikin makanan seenak ini, ah ga mau pulang akumah biarin.

PULAU KOMODO

Pelabuhan di Pulau Komodo
Usai sarapan kami langsung berkunjung ke Pulau Komodo. Yap! Ini adalah salah satu destinasi legendaris yang merupakan satu dari 7 keajaiban dunia alias Seven Wonders!. Ga sabar ingin melihat Komodo para penumpang langsung berhamburan loncat dari kapal. Cuss.

Gerbang Taman Nasional Pulau Komodo sudah terlihat, sebelum masuk jangan lupa foto-foto dulu hehe.



Di sini kami tidak langsung bertemu Komodo tetapi bertemu pemandunya terlebih dahulu untuk mendengarkan briefing. Para pemandu inilah yang akan menuntun kami menyusuri Pulau Komodo yang luasnya mencapai 390 km² dan diisi oleh lebih dari 2500 ekor Komodo. Buseng banyak banget yak! .

Kang Ali Muakhir berfoto bareng pawang Komodo
Oke, setelah menyimak briefing, kami pun langsung digiring masuk ke habitat Komodo. Pengunjung tidak diizinkan melakukan perjalanan tanpa pemandu karna sangat berbahaya. Pemandu ini juga yang akan menjadi pawang komodo, jadi dijamin aman. Tapi kalau takdir berkata lain kamu bisa aja sih dipatok komodo, semua tergantung amal ibadah masing-masing aja. Apasi!.

KOMODO PERTAMA


Setelah berjalanan beberapa meter akhirnya aku melihat komodo untuk pertama kalinya langsung dari depan mata. Ternyata komodo gede juga yak wkwkw. Gak jauh dari lokasi penemuan komodo yang pertama, kini aku melihat lebih banyak lagi komodo yang sedang rebahan di bawah pohon. Uwu Komodo anaknya santuy banget dan suka ngadem gitu ya hmm.





Bukannya melanjutkan perjalanan, para rombongan malah asyik foto-foto sama komodo. Aku udah gak sabar banget pengen melihat ekosistem Pulau Komodo lebih jauh lagi, eh ketua rombongan tiba-tiba malah bilang kalau kita harus kembali ke kapal untuk ngejar pesawat di Bandara. Lah ngapain pesawat dikejar-kejar yak?! Huaaaa masa baru bentaran ke sini udah disuruh pulang aja fufufufu.

Komodo berfoto bersama manusia
Astaga dragon, lagian pada lama banget si foto-fotonya jadikan ga bisa jauh-jauh keliling Pulau Komodo, Tau-tau udah disuruh pulang aja huh. Mau gak mau aku harus menurut karna ini adalah hari terakhir kami di Labuan Bajo. Baiklah tidak apa-apa, setidaknya aku sudah bisa melihat om Komodo, sampai jumpa lagi om komodo hehe.

Rute trekking Komodo
MAMPIR (GAK) BELI OLEH-OLEH





Sampai di Bandara Labuan Bajo aku dan beberapa rekan mampir terlebih dahulu ke pusat oleh-oleh. Hmmm ternyata harganya cukup mahal, baiklah kalau begitu aku hanya melihat-lihat saja.

Oke kalau gitu sampai jumpa di cerita jalan-jalanku selanjutnya, jangan lupa di tonton vlognya ya kakak kakak sekalian, nuhuuun :)

NGEVLOG DI PULAU KOMODO





6 komentar:

  1. Yah, kok bentar banget :( kayak yang lebih lama perjalanannya daripada waktu buat mengeksplor pulaunya. Ini mah beneran ketemu komodo doang terus pulang ya wkwkwkwk

    BalasHapus
  2. Ini destinasi terakhir pas acara bareng MTMA itu berarti ya? Bentar banget itu kalau cuma mampir buat foto-foto doang. Nggak ada cerita digigit komodo gitu? *astagfirullah*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul ini acara terakhir abis itu langsung pulang huhuhu masih berasa kurang nyelem-nyelemnya di lautan haha

      Hapus
  3. Hahahaha aku kok bacanya malah ngakak pas bagian disuruh pulang kejar pesawat wkwkkw
    Lagian kenapa juga fotonya lama-lama, eh
    Seru ya Leon bisa lihat habitat komodo yang kadang santuy gitu. Dan yang keren lagi, bisa sholat di atas kapal. coba Moana sholat juga ya pasti viral.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga ngerti lagi sam wisatawan yang foto-foto nya lama banget, emangnya 1-3 foto ga cukup apa ya wkwk

      Astaga dragon kalo Moana solat aku mau jadi pengikutnya :v

      Hapus

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search