CARA PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SEBELUM KANKER MENYERANG! (Millenials goes pink X Dompet Dhuafa)


Untuk pertama kalinya dalam hidup aku mendengar Rumah Sakit bernama Rumah Sehat. Yaitu RS. Rumah Sehat Dhuafa yang berada di Parung Bogor.

Tapi kalau difikir-fikir, rumah sakit memang tidak hanya untuk orang yang sakit tapi juga untuk orang sehat. Bayangkan kalau banyak orang yang gemar ke rumah sakit disaat sehat, resiko terkena penyakit jadi semakin kecil karna kita sudah dapat mendeteksi kondisi tubuh sejak dini. Sama halnya dengan penyakit kanker payudara. Jika tidak di tangani sejak dini maka gejala kankernya akan semakin parah.

Mencegah lebih baik daripada mengobati

Cegah kanker payudara Sedari Dini
Sebetulnya aku sudah sering mendengar istilah kanker payudara, tetapi aku belum benar-benar paham tentang penyakit ini. Untungnya, diakhir bulan november kemarin ada event bertajuk 'Cegah kanker payudara Sedari Dini' yang diselenggarakan oleh  Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Yayasan Muda Giat Peduli Indonesia (YMGPI) dan Srikandi Indonesia.

Acara ini sangat membuka wawasanku tentang kanker payudara. Walau penyakit ini lebih sering diderita kaum hawa bukan berarti kaum adam tidak bisa aware, sebab penyakit ini juga bisa menyerang laki-laki.

CARA MENDETEKSI KANKER PAYUDARA SENDIRI

Sebagai langkah awal pencegahan kanker payudara kita bisa melakukan metode SADARI (PerikSA payuDAra sendiRI) yaitu dengan cara mewaspadai tanda -tanda gejala kanker payudara seperti:
- Apabila ada benjolan di payudara
- Apabila puting tertarik ke dalam
- Apabila keluar cairan dari puting padahal tidak menyusui
- Apabila ada cekungan dipayudara
- Apabila ada kelainan pada kulit payudara seperti memerah, luka tidak sembuh, pembesaran pori-pori, ruam yang tidak hilang.

Untuk mengetahui gejala-gejala di atas kita dapat melakukan pemeriksaan SADARI dengan menggunakan tangan, penglihatan, dan berdiri di depan cermin. Lalu ikutilah langkah-langkah yang ada di flyer di bawah ini:


5 langkah sadari
CEGAH KANKER PAYUDARA SEDARI DINI

Para penyintas kanker payudara
Tingginya penderita kanker payudara di Indonesia membuat banyak orang semakin peduli terhadap penyakit ini. Salah satunya yaitu dari komunitas Srikandi Indonesia yang merupakan Kumpulan para penyintas kanker yang sudah beranggotakan 250 anggota diseluruh Indonesia yang juga bekerja sama dengan Yayasan Muda Giat Peduli Indonesia (YMGPI).

Sridayanti, salah satu aktifis penyintas kanker payudara dari Komunitas Srikandi Indonesia mengatakan, "Kami tidak pernah bosan memberi informasi kanker payudara kepada masyarakat. Sebab banyak masayarakat yang masih awam terhadap penyakit ini, bahkan tidak sadar kalau mereka mengidap kanker payudara".

Dr. Ema yang merupakan seorang praktisi kesehatan membenarkan pernyataan tersebut. Dia menjelaskan, pada mulanya gejala kanker memang tidak terasa, oleh karna itu banyak orang yang tidak sadar. Kanker adalah penyakit mematikan yang datang secara diam-diam. Sebelum kanker menyerang ada baiknya kita rutin cek kesehatan dan melakukan pencegahan kanker sedari dini seperti tidak overthinking / terlalu banyak fikiran, suka mempermasalahkan hal-ha kecil, sering stress, dan berlebihan dalam makan. Batasilah mengkonsumsi gula, garam, minyak. Sebab segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Imbangi juga dengan olahraga yang teratur.

Dr. Yeni yang merupakan salah satu narasumber talkshow Cgeh Kanker Payudara juga menambahkan. "Edukasi tentang kanker payudara kepada masyarakat perlu ditingkatkan. Sebab kebanyakan masyarakat tidak akan berobat ke rumah sakit kalau belum merasakan sakit, nanti kalau sudah parah baru deh ke rumah sakit. Padahal jika penyakit dapat dideteksi dan ditangai sejak dini, akan lebih banyak orang yang terselamatkan. Hal ini menjadi tanggung jawab kami untuk melakukan penyuluhan dari hulu ke hilir menyeluruh ke masyarakat. Tugas ini memiliki program 'Jaring Kesehatan Ibu dan anak serta pencegahan Stunting' untuk memberikan kewaspadaan lebih dini pada masyarakat".

Wakaf 1000 mesian Mammografi
Untuk mendukung program ini, Tania, Founder Yayasan Muda Giat Peduli Indinesia (YMGPI) juga menargetkan visi pada tahun 2019-2010 untuk membeli 100 mesin mammogram (alat untuk mendeteksi kanker payudara) untuk diwakafkan dirumah sakit Dompet Dhuafa.

JANGAN PERCAYA INFORMASI HOAX! TANYAKANLAH PADA AHLINYA

Sebagai seorang blogger, memberikan informasi yang akurat tentang kanker payudara sangat diperlukan, sebab banyak sekali para penderita kanker payudara yang mendapatkan info hoax dan tidak benar terkait penyakit ini baik dari internet maupun dari tabib abal-abal.

Contohnya seperti cerita Intan, seorang influencer sekaligus perawat yang mempunyai seorang tante pengidap kanker payudara stadium 1. Setelah didiagnosa kanker, tantenya memutuskan untuk menggunakan obat tradisional saja dan menolak brobat ke rumah sakit. Namun, sudah sekian lama kankernya tidak sembuh-sembuh juga, justru setelah dicek kembali ternyata sudah masuk ke stadium 3 lanjutan. Dokter menyarankan untuk dioperasi, tetapi ia tetap menolak, sampai akhirnya sel kanker dengan cepat menggerogoti tubuhnya dan membuatnya meninggal dunia.

Mungkin kalau tanten mbak Intah menuruti kata dokter dan meninggalkan 'obat tradisional' yang tidak terbukti kebenaranya, jiwa tantenya bisa diselamatkan.

TOUR ZONA MADINA

Masjid Zona Madina
Usai menyimak talkshow tentang kanker payudara sedari dini, para hadirin diajak untuk wisata keliling Zona Madina, yaitu ke sekolah Smart Ekselensia beasiswa yang merupakan wakaf dari Dompet Dhuafa dan melihat peternakan ikan sambil naik odong-odong. Seru banget! Kapan lagi bisa belajar sambil bermain seperti ini.


Lembaga Pengembangan Insani (LPI)
Siswa beasiswa Dompet Dhuafa
Add caption
Add caption

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search