PENGALAMAN SHALAT IEDUL FITRI DI MASJID ISTIQLAL JAKARTA


Hari raya Iedul Fitri menjadi moment yang paling ditunggu-tunggu bagi para kaum muslimin dan muslimat diseluruh dunia. Iedul Fitri menjadi hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh.

Untuk merayakan hari kemenangan ini, umat muslim akan melaksanakan shalat iedul fitri dipagi hari. Biasanya, masjid-masjid akan penuh oleh jamaah yang akan melaksanakan shalat ied, sebab shalat ini hanya dilakukan setahun sekali. Agar shalat iednya semakin seru, aku memutuskan untuk shalat di Masjid Istiqlal di Jakarta.

Sebetulnya sudah lama sekali aku ingin shalat Ied di masjid Istiqlal karna hanya ini satu-satunya masjid yang diliput televisi wkwk. Nah, sekarang aku tak hanya menonton di televisi tapi juga merasakan secara langsung shalat ied dari masjid Istiqlal.

Sebagai orang yang tinggal di Bogor, mudah saja bagiku untuk mengunjungi masjid Istiqlal. Cukup naik kereta Commuters line dari stasiun Bogor lalu turun di Stasiun Juanda yang merupakan stasiun terdekat dari Masjid Istiqlal.

Namun, jarak tempuh dari Bogor ke Jakarta memakan waktu kurang lebih 1.5 jam. Mau tidak mau aku harus booking Hotel di Jakarta supaya tidak telat melaksanakan shalat ied. Aku pun segera memesan kamar hotel terdekat dari masjid Istiqlal yaitu Hotel Oyo surya 108 Jakarta.

Sebetulnya masih banyak hotel yang jaraknya lebih dekat dari Masjid Istiqlal. Tetapi cuma hotel OYO yang tarifnya paling murah. Permalamnya aku membayar Rp.150.000 kalau sedang ada diskon biasanya aku bayar setengah harga bahkan pernah dapet harga permalam cuma Rp.1.000 aja wkwk.

Sehari sebelum lebaran aku dan istri (anjir sekarang punya istri) berangkat ke Jakarta dari stasiun Bogor ke stasiun Sawah Besar. Hanya 5 menit berjalan kaki aku sudah sampai di Hotel OYO 108 Surya Jakarta. Sore harinya sebelum berbuka puasa kami membeli makanan dan minuman untuk dibagikan ke masjid-masjid dan para pemulung di pinggir jalan. Bukanya ingin riya dan shombong tapi ini adalah hari terakhir bulan Ramadhan jadi kami memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya.

Bayangkan ini adalah bulan ramadhan terakhirmu.

Setelah selesai membagi-bagikan makanan berbuka aku baru sadar ternyata aku sendiri belum berbuka. Padahal waktu sudah memasuki waktu shalat isya, aku pun segera membeli air mineral di alfamart terdekat. Malam harinya aku kembali ke hotel untuk istirahat.

Pukul 3 pagi aku sudah bangun untuk membersihkan diri, mengganti pakaian, minum air, dan membangunkan istri yang tertidur lelap dengan cute nya. Sepertinya dia kelelahan setelah kemarin membagikan takjil ke jalan-jalan.

Barulah sekitar pukul 4 pagi aku berangkat ke Masjid Istiqlal dengan berjalan kaki. Hanya 20 menit saja aku sudah sampai di gerbang masuk masjid Istiqlal.

Saat itu sudah ada banyak jamaah yang berdatangan. Para petugas keamanan juga sudah stand by dari semalam. Jumlah petugasnya ada banyak banget, mungkin ada ratusan(ribu?)!

Sebelum masuk ke dalam masjid, para jamaah harus melewati mesin x ray terlebih dahulu. Petugas akan mengecek barang bawaan apa saja yang kita bawa. Jadi, jangan bawa yang aneh-aneh ya guys atau kamu tidak boleh masuk deh.

O iya, jangan lupa juga bawa plastik untuk memyimpan sandal. Kalau tidak sempat membawanya kamu bisa beli ke adik-adik yang menjual plastik di sekitaran masjid. Selain plastik, aku juga membawa tas kecil untuk menyimpan sendal dan beberapa barang-barang penting lainya.

Sampai di dalam masjid aku sudah melihat para jamaah berkumpul sampai memenuhi seisi masjid. Mereka memang sengaja datang sebelum subuh supaya kebagian shaf shalat. Jadi, setelah melaksanakan shalat subuh para jamaah tidak ada yang meninggalkan shaf sampai shalat ied dimulai.

Oleh karna itu, aku sarankan untuk kamu yang mau shalat iedul fitri di masjid Istiqlal untuk datang sebelum subuh agar mendapat shaf shalat sesuai dengan yang kamu inginkan. Namun, jika kamu datang setelah shalat shubuh kemungkinan besar kamu akan shalat ied di pelataran masjid atau bahkan di bagian luar masjid menggunakan alas dari koran.

Beberapa menit sebelum melaksanakan shalat ied, presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana datang untuk mengikuti shalat ied berjamaah. Barulah Sekitar pukul 7 pagi shalat ied dimulai dan dilanjutkan dengan siraman rohani sampai pukul 8 pagi.

Setelah melaksanakan shalat ied yang sakral para jamaah bersalam-salaman dan berfoto-foto di sekitaran masjid. Sayangnya, banyak jamaah yang meninggalkan sampah koran bekas alas shalat. Untungnya, petugas dengan sigap membersihkanya.


Nah Itulah pengalamanku selama shalat iedul fitri di masjid istiqlal Jakarta. Semoga bermanfaat. Selamat hari raya iedul fitri ya :)




7 komentar:

  1. Ya ampun aku senyum-senyum sendiri pas baca kalimat soal pengin salat Ied di Masjid Istiqlal gara-gara diliput di TV, dan sekarang bisa ibadah langsung di sana. :) Aku juga punya mimpi untuk ikut misa di Vatikan saat Paskah atau Natal. Soalnya kalau lihat di TV, ya ampun adem sekali hati ini. :)

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah. Semoga saya juga bisa berkesempatan ikut berlebaran di sana suatu saat.
    Selamat Hari Idul Fitri juga. Mohon maaf lahir batin.

    BalasHapus
  3. Baru tahu kalau sandal harus disimpan sendiri di plastik wkwk

    BalasHapus
  4. Kalau saya mau ke Masjid Istiqlal masih jauh mas haha, harus menempuh 1 malam perjalanan naik bus.
    Dulu saya pernah ke situ juga. Udah lama banget pas masih SD

    BalasHapus
  5. Udah jarang ngeblog mas hehe

    BalasHapus
  6. Nginep di hotel seribu rupiah itu promo macam apa? XD

    ((istri)) Berarti Lebaran pertama sama istri langsung salatnya di masjid yang mewah. Hahaha. Seumur-umur tinggal di Jakarta, entah kenapa saya belum tertarik salat Id di sana.

    BalasHapus
  7. Gagal fokus sama foto terakhir ya Allah

    BalasHapus

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search