FAKTA PERAYAAN TAHUN BARU YANG PERLU KAMU KETAHUI | KHAIRULLEON.COM

FAKTA PERAYAAN TAHUN BARU YANG PERLU KAMU KETAHUI


Saat aku menulis artikel ini, di depan kost-kosanku sangat ramai dengan suara petasan yang bikin bising. Sampai aku sering bertanya-tanya, "mengapa pergantian tahun harus dirayakan ?"
Menurutku, pergantian tahun tidak ada bedaanya dengan pergantian hari, pergantian minggu atau pergantian bulan. Semua biasa saja tidak ada yang istimewa.
Lalu, mengapa banyak orang yang mati-matian untuk merayakanya ? Rela membuang-buang uang untuk membeli atribut perayaan tahun baru, rela bermacet-macet di jalan, rela berdesak-desakan, rela menahan kebisingan dengan pekik terompet, gelagar knalpot, petasan dan sebagainya ?
Well, mungkin sebagian dari kita ada yang sangat menyukain hal-hal semacam itu. Namun, menurutku merayakan tahun baru hanya membuang-buang waktu, uang dan tenaga.
Selain itu seharusnya kita sadar setiap kali tahun berganti itu berarti umur kita berkurang. Bagi akal dan jiwa yang sehat jika umur dikurangi tentu akan bersedih, merenung, introspeksi, evaluasi, prihatin serta lebih berhati-hati dalam melangkah.
Jadi sangat aneh jika seseorang yang tahu umurnya berkurang malah kegirangan, jingkrak-jingkrak, jogged-joged, meniup trompet sambil bakar kembang api.
Jujur, dulupun aku sangat menyukai kebisingan perayaan tahun baru. Tapi semakin dewasa aku semakin sadar bahwa kesunyian jauh lebih mengasyikkan.
Apalagi kita selaku kaum muslimin seharusnya tidak ikut-ikutan (Tasyabbuh) melakukan budaya kuffar nan jahiliah semacam itu.
Seharusnya kita tidak perlu meniup terompet, Mengucapkan selamat, menunggu jam 12 malam, membuang-buang uang dan mengganggu orang lain dengan petasan dan suara bising lainnya.
Allah berfirman : “Janganlah kamu ikut-ikutan terhadap segala sesuatu yang belum kamu miliki pengetahuannya, karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati akan diminta pertanggung jawabannya.” ( Q.S. Al-Isra’ (17) ayat : 36 )
FAKTA PERAYAAN TAHUN BARU YANG PERLU DIKEATHUI
1.   Turut merayakan tahun baru sama saja dengan meniru kebiasaan kamu kafir. karna tradisi merayakan tahun baru ini muncul dan berkembang dikalangan mereka.
“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (Hadis shahih riwayat Abu Daud)
2.   Hari raya merupakan bagian dari agama dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia dan hiburan.
3.  Tahukan kalian bahwa terompet yang kita beli sudah di coba terlebih dahulu oleh penjualnya ? hehe
Oke guys, itu aja yang bisa aku sampein. Maaf kalau ada salah kata. Maaf juga kalo ada yang kesinggung.
Silahkan berkomentar yang baik-baik saja. Kalau ada yang berbeda pendapat juga tidak apa-apa, asal kita dapat menyikapinya dengan bijak :). 

34 comments

Setuju mas, bagiku juga seperti itu. Pergantian tahun sama saja seperti hari-hari biasa. Memang betul masih banyak yang merayakannya dengan keluar di jalan, berkumpul hingga menunggu jam 24.00.

Sebenarnya kalau kita pikirkan lagi lebih baik digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Misalnya istirahat, berkumpul dengan keluarga. Atau muhasabah agar bisa evaluasi untuk lebih baik lagi kedepannya :)

Semgoa tulisan mas Khairul ini bisa menyadarkan mereka yang muslim agar tidak ikut2an.

Reply

Betul tuh kang. Intinya, gk ada yang spesial. Lagi pula tahun baru kita 1 Muharrom hehe

Sory broo baru muncul lagi. Abis ganti domain :v

Reply

Sekarang udah lebih dewasa ya cara berpikirnya, sudah bijak sih cara menyikapinya, akan tetapi lebih bijak lagi kalau gak mengkafir kafirkan orang yang merayakan tahun baru, toh gak ada salahnya cuman pengin ikut meramaikan pergantian tahun, ak aja terhibur srtiap ada pesta kembang api. sebagian besar ikut merayakan karena hidup kita memang menggunakan tanggal panduan masehi, mulai dari KTP, akte lahir, tanggal jadian, tanggal putus, tanggal pernikahan, tanggal bayar domain, tanggal bayar bpjs, sampe di nisan kuburan pun pake tanggal masehi.walahu'alam bisowab

Reply

Nomor 3 jleb banget wkwkwk. Untunglah aku nggak begitu suka ngerayain tahun baru. sayang waktuna ajah, mending buat nulis hehehe

Reply

Hahahaa... soal terompet yang udah dicoba dulu oleh penjualnya.. hayooo... siapa yang ada beli terompet?
Untung, aku nggak ikutan.. ZONG.. :D

Reply

iya amiiin semog abisa diambil manfaatnya ya kang :)

Reply

sama mbak, baca poin 3 gimana gitu, terompetnya udah ditiup abang2 yang jualan dulu, kw ya berarti. Hehe :D

Iya rul, kalo malem tahun baru itu sama aja kaya pergantian hari pada umumnya, kalo soal merayakan tahun baru itu sih pilihan orang lain, mereka punya alasannya masing-masing, jadi mau merayakan atau enggak kan pada akhirnya itu pertanggungjawaban masing-masing orang. Kecuali yang lahirnya 1 januari, sok aja ultahnya dirayain tahun baru, rame-rame dah itu ultah. Hehe :D

Reply

Pantesan baru keliatan kirain udah jadi orang hebat terus lupa sama rakyat jelata kayak aku ehek ..

Reply

wqwq aku tidak mengkafirkan orang aku bilangnya itu budaya Kufur ehek :)
teimakasih sudah mampir digubuk sederhana ku ya Abdul Aziz :

Reply

Aku juga baru tersadarkan akhir-akhir ini teh.
teus jadi kebayang-bayang masa lalu pas suka ngejilatin ujung terompet :(

Reply

Tadi malam saya hampir beli terompet. Untung ngak jadi wkwkwk

Reply

wkwk ((HAMPIR))

Reply

Sampurasun!

Yang pertama mau gua komentarin. Desain bloglu keren bang. Gua suka banget!!!

Yang kedua, bagi gue tergantung dari niat orang-orang sih mau ngapain di tahun baruan. Jika hanya sebatas mendokumentasikan suatu hal yang indah seperti yang gue lakuin kemarin, nggak masalah. Toh, yang penting masih inget batasan-batasannya. Hehe

Tapi, gua juga setuju dengan pandangan lu bang. Gk ada yang salah, memang benar dengan tahun baru, sebenarnya kita harus merenung, apa yang sudah kita lakukan selama satu tahun ini, banyak manfaat kah atau mudharat kah?

Dan, bagi gua sendiri. Gua ingin setiap tahunnya selalu ada pencapaian. Dan bahkan setiap bulan atau hari sekali pun gua catat hal-hal atau apa yang mau gua lakukan.

Terakhir. Sukses terus bang. Aamiin

Reply

Mungkin bang Adul suka design blog aku karna kita sama-sama penyuka Biru.
eh iya ga sih ?

Reply

Hehehehe ... Tahun baru cukup di rumah, bakar2 jagung sama saudara. Jalan raya banjir orang. :'D

Reply

Waduh, dulu pas kecil suka beli terompet. Emang dicobain dulu sih sama yang jual. Pas kecil sih gak masalah. Tapi pas udah gede gini, bayangin itu? Alamaaak

Reply

Biasa saja sama tahun baru. Yang penting, kita jadi lebih baik lagi di tahun ini

Reply

Kalo jalan raya di rumahku banjir petasan :(

Reply

aku juga pas ngebayangin sekarang kayaknya gimana gitu :(

Reply

amiiin teh esti :)

Reply

Iyuhh banget tuh fakta yag terakhir hahaha
Aku termasuk jajara manusia yang kalo tahun baru cuma plonga plongo di rumah atau di depan tv nih. Dulu jaman smp saat masih labil labil gitu iya, demi merayakan tahun baru di alun alun kota sampe rela berantem sama ayah ibu. Sekarang semakin tua umur, semakin males perayaan perayaan gitu. Gak ada yang ngajakin juga haha

Tapi serius, aku punya traumatik tersendiri dengan perayaan tahun baru.

Reply

Aku juga dulu masih labil ko suka keluyuran gitu kalo tahun baruan :)

Reply

wah setiap orang menyukai moment ya, ketika ada momen yang menarik pasti kita ikut merayakannya. Momen kelahiran, moem pernikahan, momen idul fitri, momen natal, momen liburan, momen tahun baru.

Memang kembang api dan lain-lain itu pemborosan, tetapi bukan berarti tidak ada manfaatnya. Aku bersama sekumpulan orang di alun-alun ituh untuk melihat kembang api dan mereka yang hadir tidak ada yang tidak merasa senang.

terkait fakta terompet dicoba itu pastilah. Semua benda pasti dicoba termasuk makanan. Untuk memastikan sebelum dilepas ke pasar tidak mengecewakan pembelinya.

Tetapi ada yang perlu diketahui, ada sebagian orang mencari nafkah dari terompet itu.

Reply

Pas pergantian tahun gue cuma dirumah kayak malam2 biasa. Bersyukur deh gak ngerayain tahun baruan. Hihi

Bagus banget postingan ini. Bermanfaat banget dan sangat informatif. ^_^

Reply

Wh aku juga sangat menyukai moment teh. tapi untuk saat ini aku sedang belajar memilih moment apa saja yang harus dan tidak harus aku ikuti. dan menurutku perayaan tahun baru tidak termasuk salah satunya.

Kembang api memang mengasyikkkan, akupun sangat senang jika menyaksikanya. tapi di samping kesenangan itu ternyata banyak juga orang yang merasa jengkel dengan suara kembang api karna sangat menggangu. Jadi, tidak semua orang merasa senang.

terakhir, semoga para penjual terompet atau barang apapun itu dapat melakukan uji coba secara bijak.

terimakasih kritiknya teh aku sangat suka :)

Reply

semoga bisa dapet pencerahan hidup ya nyol .

Reply

jangan rayain tahun baru :( itu kebiasaannya antek2 wahyudi :( ahhahah gak deng.. aku emang enggak terlalu suka loh rayain sampe yang niaaaaaat banget gitu. malah pernah aku direcokin temen gara2 aku gak punya plan apa2 buat tahun baru. YATERUS KENAPA YA :( bingung aku, kayak yang kuduuuuuuuuu banget gitu? -,-

Reply

Gue juga merasakan kemeriahan tahun baru saat masih SD sampai SMA, sehingga kalau gak dirayakan berasa kurang seru. Tapi sejak kuliah dan seiring bertambahnya umur, gue lebih suka untuk menghabiskan waktu di kamar membaca buku atau menulis sesuatu hasil dari mendengarkan isi hati.

Reply

Aku juga kemarin di paksa paksa .
Emangnya mereka siapa sampe maksa-maksa aku sih :(

Reply

jadi intinya lebih milih ngegalu gitu ya okesip

Reply

Seems nice !🙂

Hey Kak, sebagai pemula di dunia blog dan tulis-menulis, i would really appreciate if you let me know wdyt bout’ this one :

http://bradleykuper.blogspot.co.id/2016/12/monyet-itu-beranjak-dewasa.html

Feel free to comment Kak, I really need ur advice… and btw, I’m open for discussion :)

Reply

Segera menuju TKP :)

Reply

Tiap tahun baru saya suka nungguin tengah malam dulu baru tidur. Ngapain? Mau lihat kembang api! Hehe.. gak dong, nungguin suara petasannya selesai, bunyinya kuenceng dan berulang-ulang, mana bisa tidur tenang.. :(

Saya setuju sama tulisanmu Rul. :)

Reply

kalo kemarin sebelum tidur aku liat kembang api dari lantai atas :)
Setelah itu baru nonton youtube sampai pagi :)

Reply

Post a Comment

Selamat datang di Khairulleon Blog.
Sering-sering mampir dan berkomentar yah.
Karna komentar kalian menjadi energi untukku terus ngeblog.
Tenang, aku pasti mampir balik ko.

Follow juga Instagram, twitter and ask.fm @khairulleon

TONTON VIDEO TERBARUKU :)